Penggunaan Kontrasepsi pada Pria Masih Rendah, Mengapa?

Selama ini, program Keluarga Berencana (KB) seolah-olah lebih dikondisikan pada penggunaan metode kontrasepsi untuk perempuan.

Penggunaan Kontrasepsi pada Pria Masih Rendah, Mengapa?
Net
Ilustrasi KB 

TRIBUN-BALI.COM, YOGYAKARTA - Selama ini, program Keluarga Berencana (KB) seolah-olah lebih dikondisikan pada penggunaan metode kontrasepsi untuk perempuan.

Padahal, sebenarnya sudah ada metode operasi pria (MOP) atau vasektomi yang diharapkan agar laki-laki turut berpartisipasi dalam ber-KB.

Lembaga Demografi FEB Universitas Indonesia bekerja sama dengan BKKBN Wilayah Jawa Barat melakukan studi tentang faktor-faktor penyebab rendahnya partisipasi dalam ber-KB (MOP), khususnya di wilayah Jawa Barat.

Inilah beberapa fakta yang perlu Anda ketahui tentang MOP yang dikutip dari Brief Notes Lembaga Demografi FEB Universitas Indonesia Juli (2017).

Rem Blong, Truk Angkut 1,5 Ton Barang Bekas Terguling di Jalur Denpasar-Gilimanuk

KB 4 Anak Krama Bali, Begini Tanggapan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional

1. Apa itu MOP?
MOP adalah operasi kecil (bedah minor) yang dilakukan untuk mencegah transportasi sperma pads testis dan penis.

MOP dapat menjadi jenis kontrasepsi jangka panjang yang diklaim sangat efektif untuk pengaturan dan pengendalian kelahiran.

2. Alasan Pria Tidak Mau ber-MOP
Berdasarkan studi tersebut, terungkap bahwa ada sejumlah alasan pria yang tidak bersedia memilih MOP.

Pertama, adanya alasan keyakinan tentang boleh-tidaknya para pria memilih metode MOP. Alasan yang berbasis keyakinan agama ini sangat tergantung pada lingkungan sosial individu yang bersangkutan.

Kedua, tidak bersedia ber-MOP karena khawatir akan dampaknya yang merugikan laki-laki maupun pasangannya, termasuk risiko kesehatan yang ditimbulkan setelah operasi.

Wanita Asal Buleleng Ini Kedapatan Bawa Sabu, Luh MS Kembali Diciduk

Begini Pengakuan Massa Pelajar yang Diajak Demo ke DPR RI, Ternyata Diiming-imingi Uang Rp 40.000

3. Kekhawatiran Istri
Selain itu, studi tersebut juga menyebut bahwa ada perempuan yang khawatir jika suaminya melakukan MOP.

Para istri memiliki persepsi bahwa jika pasangannya menggunakan MOP, dikhawatirkan akan meningkatkan kemampuan seksual suami sehingga istri takut suaminya akan selingkuh atau menikah lagi.

Di sisi lain, ada pula istri yang beranggapan bahwa pria yang menggunakan MOP justru akan menurunkan staminanya sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama dalam mencari nafkah.

4. Anggapan Bahwa KB Hanya untuk Istri
Berikutnya, studi tersebut juga menyebutkan bahwa adanya alasan yang bersifat gender sehingga pria enggan untuk ber-MOP.

Alasan ini dilandasi oleh persepsi bahwa ber-KB itu adalah urusan para istri sehingga yang seharusnya ber-KB adalah para istri. (*)

Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved