BREAKING NEWS! Nyoman Mesa Ditemukan Tewas di Serangan & Sempat Mengeluh Begini ke Kakaknya

Warga di Serangan geger oleh temuan mayat yang belakangan diketahui sebagai I Nyoman Mesa (37).

BREAKING NEWS! Nyoman Mesa Ditemukan Tewas di Serangan & Sempat Mengeluh Begini ke Kakaknya
Tribun Bali/Rino Gale
Warga berkerumun di lokasi penemuan mayat di dalam air kanal selatan kantor kontener BTID Serangan, Densel, Jumat (4/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -  Warga di Serangan geger oleh temuan mayat yang belakangan diketahui sebagai I Nyoman Mesa (37). 

Nyoman Mesa ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam air kanal selatan di dekat kantor kontainer BTID Serangan, Denpasar Selatan, Bali, Jumat (4/10/2019).

Menurut keterangan kakak korban sekaligus saksi, Wayan Sudra (44) menjelaskan, pada Kamis (3/10/2019) sekitar pukul 18.30 Wita, saksi sedang makan bersama dengan korban dan korban pun kumat epilepsinya.

"Saat sadar, korban mengeluh pada dirinya kenapa begini terus kok gak sembuh-sembuh dan saya gak terlalu menanggapi hal itu karena sudah biasa. Penyakitnya kan sudah sejak 10 tahun," ujarnya. 

Pengakuan Pria yang Tipu Istri Korban Percobaan Pembunuhan: Uang Habis Buat Foya-foya di Bali

Kronologi Bule Amerika Tiba-tiba Tumbang & Kejang Setelah Motret di Bukit Meringang Karangasem

Setelah itu, korban pergi jalan kaki keluar rumah dan tak kunjung datang.

"Sekitar satu jam-an lah korban gak datang-datang ke rumah. Kemudian kita cari-cari tidak ketemu. Akhirnya ketemu di dalam air itu," ujarnya kepada Tribun Bali. 

Secara terpisah, Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Nyoman Wirajaya saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa temuan mayat di Serangan.

Wirajaya menyebut temuan tersebut sekitar pukul 09.00 Wita dan memang korban mempunyai riwayat penyakit epilepsi.

Sempat Minum Tuak Sebelum Tewas, Tubuh Kakek Berusia 60 Tahun di Karangasem Tergeletak di Parit

Soal Dugaan Pungutan Dana Pendidikan di SMPN 10 Denpasar, Begini Penjelasan Ombudsman Bali

Pihak keluarga pun telah sepakat untuk tidak mempermasalahkan kejadian ini dan telah membuat surat pernyataan bermaterai.

"Mengingat kan sudah ada kesepakatan Adat Serangan bahwa apabila ada warga yang kecelakaan dan tenggelam, jenazahnya tidak boleh dibawa pulang ke rumah untuk dikremasi. 

Saat ini jenazah dititipkan ke RS Bali Mandara," ujarnya. (*) 

Penulis: Rino Gale
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved