Sampai Juni Total Wisman 3,6 Juta, Koster Optimistis Target 7 Juta Wisman Tercapai

Tahun 2019 ini Pusat menargetkan kunjungan Wisman secara nasional adalah 20 juta. Artinya 7 sampai 8 juta Wisman seharusnya datang ke Bali.

Sampai Juni Total Wisman 3,6 Juta, Koster Optimistis Target 7 Juta Wisman Tercapai
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Gubernur Bali, Wayan Koster. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan Pemerintah Pusat menargetkan wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang ke Bali 35 sampai 45 persen dari total target kunjungan Wisman secara nasional. 

Tahun 2019 ini Pusat menargetkan kunjungan Wisman secara nasional adalah 20 juta. Artinya 7 sampai 8 juta Wisman seharusnya datang ke Bali.

Koster optimistis target 7 juta kunjungan itu akan tercapai di Bali karena sampai bulan Juni lalu angkanya sudah mencapai 3,6 juta.

“Masih 3 bulan lagi saya hitung-hitung akan mendekati 7 juta,” kata Koster belum lama ini di Jayasabha Rumah Jabatan Gubernur.

Sedangkan target kunjungan wisatawan domestik adalah 9 sampai 10 juta. Sehingga kalau ditotal jumlah antara domestik dan mancanegara jumlahnya 17 sampai 18 juta.

Mengapa Tanah Pura di Bangli Bisa Lolos menjadi Agunan? Begini Penjelasan Pihak Bank

Kerajinan Tangan Tinggal Kenangan, Krama Banjar Dauh Labak Tak Kuat Tekanan

“Bayangkan kalau (wisatawan) yang datang ini pada musim salak memakan salak, musim manggis dia makan manggis, musim jeruk dia makan jeruk. Sehingga laku semua hasil pertanian lokal kita,” ujar mantan Anggota DPR RI tiga periode ini.

Menurutnya, posisi Bali sebagai destinasi wisata Bali sangat sexy. Sekitar 68 persen pertumbuhan ekonomi, PDRB (Produk domestik regional bruto) Bali, dan tingkat pendapatan masyarakat Bali bergantung dari penyelenggaraan kepariwisataan 

Sedangkan yang orisinil atau langsung berdampak pada kepariwisataan adalah sekitar 49 persen.

“Jadi kalau ditambah dengan ikutannya dengan hal-hal yang berkaitan sektor-sektor kepariwisataan secara tidak langsung maka totalnya 68 persen,” terangnya.

Kronologi Bule Amerika Tiba-tiba Tumbang & Kejang Setelah Motret di Bukit Meringang Karangasem

Pihak SMPN 10 Denpasar Akui Buka Sumbangan Sukarela, Bukan Pungutan dengan Penentuan Nominal

Selanjutnya, sekitar 14 persen berasal dari sektor pertanian, sisanya berasal dari sektor-sektor yang sifatnya sekunder. Sehingga betapa besar ketergantungan perekonomian Bali ini terhadap sektor kepariwisataan.

 
Koster menambahkan, kalau sektor pariwisata ini goyah, maka akan langsung berdampak pada kehidupan masyarakat Bali sampai ke petani.

Gerebek Pejabat Komite Partai Komunis, Polisi China Temukan 13,5 Ton Emas Batangan & Uang Triliunan

Karena pedagang buah, sayur-sayuran, pedagang daging, beras dan sebagainya langsung bisa drop hasil penjualannya kalau wisatawan yang berkunjung ke Bali menurun, baik wisatawan mancanegara maupun domestik.

 
“Ini akan menjadi kepentingan besar bagi Bali. Sehingga dengan demikian bagaimana mengelola pembangunan di Bali untuk kepentingan lokal Bali,” imbuhnya. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved