Tak Hanya Faktor Manusia, Kuatnya Arus Laut Juga Rusak Terumbu Karang di Perairan Nusa Penida

Kondisi terumbu karang di Nusa Penida tidak hanya rusak karena aktivitas manusia, tapi juga karena faktor alam

Tak Hanya Faktor Manusia, Kuatnya Arus Laut Juga Rusak Terumbu Karang di Perairan Nusa Penida
KKP Nusa Penida
Aktivitas rehabilitasi terumbu karang di perairan Nusa Penida, belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Kondisi terumbu karang di Nusa Penida tidak hanya rusak karena aktivitas manusia, tapi juga karena faktor alam.

Arus laut yang keras di beberapa perairan terbilang mengancam.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Nusa Penida, I Nyoman Karyawan menjelaskan, dari hasil monitoring ada dua titik perairan di Nusa Penida yang terumbu karangnya mengalami kerusakan.

Pertama yaitu perairan Sental Desa Ped dan Manggrove Point di Jungutbatu, Lembongan. Kedua di perairan Sental.

Ia tak menampik kerusakan terumbu karang juga disebabkan oleh aktivitas manusia.

Hanya saja hal ini tidak signifikan, sama halnya di Manggrove Point,  kerusakan lebih terjadi karena arus laut.

"Misal di Manggrove Point, sudah tidak ada lagi aktivitas boat atau water sport di tempat itu. Hanya saja terumbu karangnya mulai rusak akibat arus air laut yang kuat," ujar Nyoman Karyawan, Kamis (3/10/2019).

Hidup terumbu karang sangat tergantung dengan arus laut. Jika arus laut tenang, pertumbuhan terumbu karang akan cepat.

Namun jika sedikit saja arus laut lebih kuat, justru menghancurkan terumbu karang. Inilah yang terjadi di perairan Nusa Penida.

"Jika terumbu karang yang rusak secara alami karena arus laut, biasanya rehabilitasinya cepat. Jika arus laut tenang, tiga bulan saja pertumbuhan karang sudah kembali baik," ungkap Karyawan.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved