Demi Kelancaran Operasional, BRSU Tabanan Ngutang Rp 18 Miliar di Bank

Badan Rumah Sakit Umum (BRSU) Tabanan mengutang di bank senilai Rp 18 miliar untuk kelancaran operasional

Demi Kelancaran Operasional, BRSU Tabanan Ngutang Rp 18 Miliar di Bank
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Khusus Kanker - Suasana di IGD BRSU Tabanan, Rabu (7/8/2019). BRSU Tabanan menjadi rumah sakit pertama di Bali Barat yang memiliki layanan Demi Kelancaran Operasional, BRSU Tabanan Ngutang Rp 18 Miliar di Bank 

Demi Kelancaran Operasional, BRSU Tabanan Ngutang Rp 18 Miliar di Bank

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Badan Rumah Sakit Umum (BRSU) Tabanan mengutang di bank senilai Rp 18 miliar untuk kelancaran operasional.

Sebab, klaim dari BPJS selama tiga bulan terakhir yang sudah terverifikasi mencapai Rp 27,5 miliar belum dibayar.

Alasannya adalah kondisi keuangan BPJS saat ini sedang tak stabil.

Pihak BPJS pun tak berani menjanjikan kapan klaim tersebut akan dibayarkan.

"Yang belum dibayar dari Juni, Juni dan Agustus. Nilainya Rp 27,5 miliar atau Rp 9 miliar perbulannya. Sedangkan untuk September sudah berjalan tapi belum terverifikasi," ungkap Direktur BRSU Tabanan, dr I Nyoman Susila, Minggu (6/10/2019).

Susila menjelaskan, akibat tak dibayarnya tersebut, akhirnya pihak BRSU meminjam ke bank untuk operasional rumah sakit.

Peminjaman ke bank dilakukan dengan cara menjaminkan klaim ke BPJS yang sudah terverifikasi kepada pihak bank.

Termasuk juga untuk bunga dari peminjaman di bank, dijaminkan terhadap denda keterlambatan pembayaran BPJS setiap bulannya.

"Operasional gak terganggu, karena kami udah minjam senilai Rp 18 miliar di Bank BPD Bali untuk operasional rumah sakit sambil menunggu cairnya klaim di BPJS," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved