Bos Maspion Grup Ungkap Rp 149 M di Sidang, Alim Markus: Uang Tak Kembali, Sudikerta Banyak Janji

Alim Markus pun menyebut terdakwa mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta, tak mengembalikan uangnya dan hanya janji-janji.

Bos Maspion Grup Ungkap Rp 149 M di Sidang, Alim Markus: Uang Tak Kembali, Sudikerta Banyak Janji
Tribun Bali/Rizal Fanany
Bos PT Maspion, Alim Markus (kedua kiri) bersaksi dalam sidang saksi kasus penggelapan dan penipuan jual beli tanah oleh terdakwa I Ketut Sudikerta di Pengadilan Negeri, Denpasar, Bali, Kamis (10/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah pada sidang sebelumnya tidak hadir, kini bos Maspion Grup Alim Markus hadir di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Alim Markus pun menyebut terdakwa mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta, tak mengembalikan uangnya dan hanya janji-janji.

Pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, tahun 1951 ini dihadirkan sebagai saksi korban terkait perkara dugaan tindak pidana pencucian uang, penipuan atau penggelapan dan pemalsuan senilai Rp 150 miliar.

Dalam perkara ini terdakwanya adalah I Ketut Sudikerta (51), I Wayan Wakil (51), dan Anak Agung Ngurah Agung (68).

Selain Alim Markus, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menghadirkan tiga saksi lainnya.

Mengawali kesaksiannya, Alim Markus yang juga menjabat Direktur Utama PT Marindo Investama mengatakan, kenal dengan ketiga terdakwa pada tahun 2013.

Akan tetapi dirinya terlebih dahulu mengenal Sudikerta dibandingkan Wayan Wakil dan Ngurah Agung.

"Saya kenal Sudikerta diajak Hendry Kaunang. Saya dikenalkan oleh Hendry Kaunang di kantornya Sudikerta," ujarnya menjawab pertanyaan jaksa Martinus.

Hendry Kaunang memperkenalkan Alim Markus lantaran informasinya Sudikerta mempunyai tanah yang akan dijual dan akan dikerjasamakan.

"Saya memang mau mencari tanah untuk membangun hotel. Hendry Kaunang dan I Wayan Santoso lalu mengenalkan saya dengan Sudikerta. Ada dua bidang tanah berlokasi di Balangan yang ditawarkan. Luasnya 4 hektare," tuturnya.

Halaman
1234
Penulis: Putu Candra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved