Bos Maspion Grup Ungkap Rp 149 M di Sidang, Alim Markus: Uang Tak Kembali, Sudikerta Banyak Janji

Alim Markus pun menyebut terdakwa mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta, tak mengembalikan uangnya dan hanya janji-janji.

Bos Maspion Grup Ungkap Rp 149 M di Sidang, Alim Markus: Uang Tak Kembali, Sudikerta Banyak Janji
Tribun Bali/Rizal Fanany
Bos PT Maspion, Alim Markus (kedua kiri) bersaksi dalam sidang saksi kasus penggelapan dan penipuan jual beli tanah oleh terdakwa I Ketut Sudikerta di Pengadilan Negeri, Denpasar, Bali, Kamis (10/10/2019). 

"Dalam pertemuan dengan Sudikerta, ada saya, Hendry Kaunang, I Wayan Santoso, dan Eskha Kanasut," lanjut Alim Markus.

Setelah pertemuan di kantor Sudikerta, kata Alim Markus, pertemuan selanjutnya digelar di kantor PT Maspion di Surabaya.

Pertemuan dihadiri oleh Sudikerta dan tim dari Alim Markus (Hendry Kaunang, I Wayan Santoso, dan Eskha Kanasut).

Dalam pertemuan itu membicarakan kongsi atau kerjasama antara PT Marindo Investama dan PT Pecatu Bangun Gemilang.

"Apa saja yang dibicarakan dalam pertemuan itu," tanya Jaksa Martinus. "Kongsi. Tanah itu nantinya akan dibuat sebagian untuk hotel dan vila," jawab Alim Markus.

Dalam pertemuan itu, Alim Markus menjelaskan, Sudikerta membuka pembicaraan mengenai harga dua bidang tanah tersebut.

"Apakah ada pembicaraan harga tanah," tanya Jaksa Martinus.

"Ada. Harganya Rp 6,5 juta per meter. Yang ngomong harga tanah itu Pak Sudikerta," ucapnya sembari menoleh ke Sudikerta yang duduk membelakangi.

Disebutkan Alim Markus, pertemuan dengan Sudikerta sudah terjadi lebih dari dua kali.

Mengenai proses pengurusaan peralihan hak, pihaknya menyatakan telah menyerahkan kepada tim.

Halaman
1234
Penulis: Putu Candra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved