Magisnya Tradisi Narat, Puluhan Warga Kerauhan Membawa Keris

Mereka berlari, mengambil keris, menebaskan keris itu pada tangan, menebaskan pada punggung, lalu menusukkannya di dada.

Magisnya Tradisi Narat, Puluhan Warga Kerauhan Membawa Keris
Tribun Bali/Putu Supartika
Warga sedang melaksanakan Tradisi Daratan di Jaba Tengah Pura Puseh, Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Karangasem. 

Usai menebas kedua tangannya, ia pun ngurek perutnya.

Puluhan orang lainnya juga kepangluh, termasuk Sukerti.

Dewan Ragukan Kinerja Pegawai Tidak Tetap, Kenaikan Gaji Tak Mau Dinikmati Pegawai Hobi Bolos

SDM Mayoritas SD dan SMP, Menkeu Sebut Daya Saing RI Turun

Bedanya, perempuan hanya menggunakan sarana canang untuk menari sementara yang lelaki membawa keris.

Teriakan histeris saling sahut menyahut menghentak di tengah kalangan yang terletak di Jaba Tengah Pura Puseh, Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Karangasem.

Untuk diketahui, Desa Selumbung terletak di bawah pegunungan dan letaknya sebelum Candidasa dari arah Denpasar.

Ini adalah tradisi turun-temurun yang dilaksanakan setiap upacara yang disebut Ngusaba Puseh dan bernama Daratan atau Narat.

Darah menetes dari tangan para lelaki yang ikut narat, namun tak ada rasa sakit bahkan mereka masih bersemangat untuk menebas tangannya dengan keris.

Semakin petang, suasana semakin semarak dan magis.

Teriakan demi teriakan terdengar di antara penonton dan mereka yang berteriak itu berlari ke tengah kalangan untuk narat.

Suara gong pun tak henti bertalu-talu selama daratan ini berlangsung.

Didiagnosis Menderita Autoimun, Ashanty Sering Curhat ke Krisdayanti

Banten-nya Sama dengan Otonan Manusia, Ini Makna Tumpek Kandang dan Upakaranya

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved