Atas Permintaan Roh Pendiri Bangsa, Meme Bukit Lakukan Persembahan untuk Persatuan Nusantara

Meme Bukit menggelar ritual bagi nusantara dan roh para leluhur untuk kedamaian, keharmonisan dan persatuan nusantara

Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Putu Supartika
Meme Bukit menggelar ritual bagi nusantara dan roh para leluhur untuk kedamaian, keharmonisan, dan persatuan nusantara, di Pantai Geger, Nusa Dua, Badung, Bali, tepatnya di depan Hotel Mulia pada Kamis (17/10/2019) malam. Atas Permintaan Roh Pendiri Bangsa, Meme Bukit Lakukan Persembahan untuk Persatuan Nusantara 

Atas Permintaan Roh Pendiri Bangsa, Meme Bukit Lakukan Persembahan untuk Persatuan Nusantara

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ni Nyoman Sipleg atau yang lebih dikenal dengan Meme Bukit menggelar ritual bagi nusantara dan roh para leluhur untuk kedamaian, keharmonisan, dan persatuan nusantara.

Ritual ini dilaksanakan Meme Bukit di Pantai Geger, Nusa Dua, Badung, Bali, tepatnya di depan Hotel Mulia pada Kamis (17/10/2019) malam.

Acara ini dimulai sekitar pukul 20.00 Wita bersama puluhan kerabatnya yang diawali dengan menggelar semua sesaji di pantai.

Menurut pengakuan Meme Bukit, persembahan ini dilakukan setelah roh dari Soekarno, Soeharto dan raja se-nusantara mendatanginya.

Ia diminta untuk mempersembahkan sesajen ini untuk persatuan dan kedamaian nusantara, apalagi dengan adanya banyak kejadian yang terjadi belakangan ini.

"Saya didatangi roh Bapak Soekarno, Bapak Soeharto, dan raja-raja senusantara ke pondok (rumah) untuk melakukan persembahan ini demi kedamaian dan persatuan nusantara," katanya seusai menggelar ritual ini.

PSS Sleman Tekuk Kalteng Putra, Persela Lamongan Terkapar di Kandang Sendiri

Sutuasi Politik di Catalunya Makin Memanas, Federasi Sepak Bola Spanyol Tunda Laga El Clasico

Dalam persembahan ini juga dibuat replika pulau-pulau di nusantara yang dibuat dari nasi dan ketan hitam.

Di antara replika pulau-pulau tersebut ditancapkan sebuah bendera merah putih.

Selain itu, pada kain putih yang dijadikan satu tiang dengan bendera merah putih juga tertulis semua nama-nama provinsi di Indonesia.

"Ini permintaan dari Bapak Soekarno. Sekarang beliau minta nasi yang dibentuk pulau nusantara dan ada benderanya, ada nama-nama masing-masing provinsi tapi tidak ditulis di bendera, khusus ditulis di kain putih," katanya.

Ia menambahkan, nasi berbentuk nusantara ini tidak dilarung, melainkan dibiarkan di pantai yang nantinya akan digerus air laut dengan sendirinya.

"Nasi berbentuk nusantara, dibiarkan di tepi laut dan biar air yang melarung. Itu simbol nusantara 2020 dan 2021 tidak terkena bencana," katanya.

Juga ada beberapa sesaji yang dipersembahkan seperti hasil bumi yakni umbi, bunga, dan buah, caru ayam yang masih segar, pejati, tumpeng, roti, kue, dan lainnya.

Dalam prosesi ritual juga turut mengundang roh Soekarno dengan meminjam tubuh kerabatnya yakni Dewi.

Ia mengatakan, Soekarno sangat setuju dengan pemindahan ibu kota ke Kalimantan karena memang itu merupakan cita-citanya sejak dulu, dan terpilihnya Joko Widodo sebagai presiden pada periode kedua ia tetap memperjuangkannya dari alam sana.

Juga mengajak semua rakyat Indonesia bersatu sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika agar tak terjadi perpecahan.

Terlibat Cekcok Sebelum Peristiwa Penusukan, Rudianto Emosi Dengar Halima Ucapkan Kalimat Ini

Halima Tewas dengan 14 Luka Tusuk, Hasil Otopsi: Luka Tusuk di Perut Kiri Mengenai Hati

Setelah melakukan persembahyangan, peserta ritual menyanyikan lagu Indonesia Raya, nyekar ke laut yang juga diiringi teriakan merdeka.

Ia pun mengaku dirinya bukan seorang pemangku maupun balian, akan tetapi ia bisa berbicara dengan roh.

Perjalanannya untuk nusantara ini sudah dimulai sejak tahun 1999, dan ketika itu oleh roh Soekarno ia diberikan batu kecil yang berguna untuk menjaga kedamaian.

Meme Bukit merasa sangat senang karena acaranya berjalan dengan lancar.

Apalagi di Hotel Mulia kebetulan ada acara gathering yang juga menyebut nama-nama provinsi di Indonesia.

“Momennya pas sekali, karena Meme di sini menggelar ritual untuk nusantara, di belakang ada juga acara yang mengebutkan nama-nama provinsi di Indonesia. Ini pas sekali dan saya heran kok bisa pas,” katanya.

Sebelumnya, sehari sebelum Hari Kemerdekaan ke-74 RI, Meme Bukit juga menggelar doa dan ritual persembahan untuk para leluhur dan roh pejuang kemerdekaan Indonesia.

Ritual kali ini juga digelar atas permintaan Bhatara Lingsir, dan menjelang Hari Kemerdekaan dirinya rutin menggelar ritual ini.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved