Ditunda Sejak Tahun 1995, Desa Adat Sulang Akhirnya Kukuhkan Awig-awig

Desa Adat Sulang akhirnya mengukuhkan awig-awig yang sudah dirancang sejak tahun 1995 silam.

Ditunda Sejak Tahun 1995, Desa Adat Sulang Akhirnya Kukuhkan Awig-awig
Humas Pemkab Klungkung
Desa Adat Sulang akhirnya mengukuhkan awig-awig, yang sudah dirancang sejak tahun 1995 silam. 

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan, awig – awig merupakan hukum adat yang disusun sebagai pengikat karma dan harus ditaati oleh krama desa adat untuk mencapai Tri Sukerta.

Live Streaming Persib Bandung vs Persebaya, Melawan Bayang-bayang Kekalahan

PHDI Buleleng Berharap Pelaku Perusak Tempat Suci Diproses Hukum

Tri Sukerta antara lain, Sukerta tata parhyangan (keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan), Sukerta tata Pawongan (keharmonisan hubungan manusia dengan manusia), dan Sukerta tata Palemahan (keharmonisan hubungan manusia dengan lingkungannya), yang merupakan perwujudan dari ajaran Tri Hita Karana.

Nyoman Suwirta berharap, setelah dikukuhkan awig ini, masyarakat serta generasi muda harus taat dengan peraturan yang tertuang di dalamnya.

Awig-awig ini juga disalin ke dalam tulisan latin dan mengunakan bahasa yang mudah dimengerti harus disebarluaskan diinformasikan ke seluruh krama supaya bisa dimengerti dan dipahami

Awig-awig yang sudah ditetapkan ini sebagai penuntun krama adat Desa Sulang nantinya harus bisa dipergunakan dengan baik. Hal yang paling terpenting selalu mengajarkan generasi muda tentang peraturan awig-awig agar generasi muda bisa semakin tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan bermartabat serta berguna bagi pembangunan di desa," ujar Suwirta.

Jadwal Denmark Open 2019 - Hari Ini 5 Wakil Indonesia Berebut Tiket Semifinal

Para Pemilik Supercar Gelar Pertemuan di Banyuwangi

Pihaknya juga minta, Desa Adat harus mengikuti perkembangan. Serta beberapa aturan yang ada di Pemerintah Daerah, juga harus dimasukan ke dalam awig-awig seperti misalnya Perda Kawasan Tanpa Rokok, Perda Sampah, dan Perda lainnya.

Selain disaksikan masyarakat adat Desa Sulang, pengukuhan awig-awig itu juga disaksikan Tim Pembina Penelitian Penyuratan dan Pengukuhan yang terdiri dari Staf Ahli Bidang Hukum, Kabag Hukum, Kabag Kesra, Departemen Kementrian Agama dan MUDP. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved