PHDI Buleleng Berharap Pelaku Perusak Tempat Suci Diproses Hukum

Ia meminta kepada aparat pemerintah untuk melakukan pengawasan lebih ketat lagi terhadap keberadaan orang asing di wilayah Kabupaten Buleleng.

PHDI Buleleng Berharap Pelaku Perusak Tempat Suci Diproses Hukum
Tribun Bali
WN Denmark tendang pelinggih hingga roboh, mantan istri lapor polisi 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - KETUA  Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)  Buleleng, Dewa Suardana mengaku belum mendapatkan informasi detail mengenai aksi perusakan pelinggih tersebut.

Namun demikian, ia berharap agar sang pelaku diproses hukum agar memberi efek jera.

"Saya sangat menyesalkan atas apa yang dilakukan oleh orang asing itu. Meski nanti ada upaya diselesaikan secara keleluargaan, proses hukum harus tetap berjalan sebagai efek jera," katanya, Kamis (17/10/2019).

WN Denmark Tendang Pelinggih Hingga Roboh, Mantan Istrinya Lapor ke Polres Buleleng

Ia meminta kepada aparat  pemerintah untuk melakukan pengawasan lebih ketat lagi terhadap keberadaan orang asing di wilayah Kabupaten Buleleng.

Dalam waktu dekat, Suardana akan membahas permasalahan ini bersama aparat pemerintah serta tokoh-tokoh di desa adat Desa Kalibukbuk.

"Ini karena kurangnya pengawasan dari pemerintah. Mereka bebas saja melakukan apa-apa di wilayah kita. Sekarang tempat suci dirusak, ini harus diberikan efek jera. Kalau terus diselesaikan secara kekeluargaan, kejadian seperti ini dikhawatirkan akan kembali terjadi. Jangan sampai kita dibuat lemah," katanya lagi.

Pelecehan tempat ibadah sedang menjadi perhatian masyarakat Bali.

Beberapa hari terakhir foto dua orang wisatawan asing naik ke pelinggih kembali viral di media sosial.

Meski belum diketahui lokasi persis pelinggih tersebut, namun masalah ini menjadi perbincangan hangat masyarakat.

Bendesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet  menyesalkan kejadian itu.

Ia menganggap masyarakat kecolongan.

"Ini sesuatu yang sangat disesalkan dan menyedihkan kita semua, khususnya umat Hindu Bali karena menodai kesucian pura atau kesucian pelinggih-pelinggih. Mereka ke pura dengan pakaian tidak semestinya lalu menaiki pelinggih, ini tidak patut," katanya.

Ia mengatakan Majelis Desa Adat (MDA) dan PHDI Bali sudah bersikap terkait pelecehan pura yang sering terjadi belakangan ini.

"Kita sudah sikapi dan sudah melaksanakan paruman-paruman bersama PHDI Bali bahwa ini memang peristiwa yang tidak boleh lagi terjadi. Lebih banyak sosialisasi penyadaran kepada seluruh masyarakat, baik turis, travel agen maupun juga guidenya," kata dia.

Sukahet meminta agar guide atau pihak travel agent memberikan penjelasan yang benar kepada wisatawan sebelum jalan-jalan apalagi saat berkunjung ke pura. Diingatkannya bahwa pura bukan merupakan objek wisata.  (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved