Bule Denmark Bantah Rusak Pelinggih, Berdalih Mengganti Pelinggih Bekas dengan yang Baru

Meski dari video berdurasi 36 detik, ia terlihat menendang berkali-kali pelinggih penunggun karang hingga roboh.

Bule Denmark Bantah Rusak Pelinggih, Berdalih Mengganti Pelinggih Bekas dengan yang Baru
Tribun Bali
WN Denmark tendang pelinggih hingga roboh, mantan istri lapor polisi 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Anggota DPD RI, I Gusti Arya Wedakarna, menilai kasus perusakan pelinggih yang dilakukan oleh warga negara asing (WNA) asal Denmark bernisial LC telah memenuhi unsur-unsur pelecehan simbol agama.

Karenanya, aksi bule berusia 52 tahun itu diharap dapat segera diproses hukum.

Namun di sisi lain, berdasarkan hasil penyelidikan polisi, LC dinilai tidak melakukan perusakan pelinggih.

Meski dari video berdurasi 36 detik, ia terlihat menendang berkali-kali pelinggih penunggun karang hingga roboh.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya, mengatakan LC merobohkan pelinggih penunggun karang tersebut lantaran ingin menggantinya dengan model yang lebih bagus.

Dikatakan, pelinggih yang ditendang sudah tidak terpakai.

"Tidak ada niat terlapor (LC) untuk melakukan perusakan secara masif. Jadi yang dilakukan itu adalah merobohkan bekas tempat pelinggih itu untuk diperbaiki lebih bagus. Pelinggih itu kan sudah diperbaiki tanggal 16 (Oktober), menjadi lebih bagus. Jadi bukan dirusak, tapi dirobohkan dengan menggunakan kaki. Itu bekas pelinggih, dan kemungkinan sudah tidak pakai lagi," ucap Sumarjaya ditemui Jumat (18/10/2019).

Apakah artinya kasus ini dinilai tidak memenuhi unsur tindak pidana?

"Sementara masih tetap dikembangkan oleh Unit Reskrim. Masih dicari apakah ada peristiwa pidana atau tidak," jawab Sumarjaya.

Saat ini saksi yang sudah dimintai keterangannya berjumlah empat orang.

Halaman
1234
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved