Pelebon Panglingsir Puri Agung Negara, Gung Benny Dikenal sebagai Tokoh yang Pluralis

Panglingsir Puri Agung Negara, Anak Agung Gde Agung Benny Sutedja, tutup usia. Putra pertama Gubernur Bali Anak Agung Bagus Sutedja itu, berpulang

Pelebon Panglingsir Puri Agung Negara, Gung Benny Dikenal sebagai Tokoh yang Pluralis
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismaya
Pelebonan Gung Benny, Minggu (20/10/2019). Warga dan keluarga mengiringi dan membopong jenazah menuju Setra Lelateng. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Panglingsir Puri Agung Negara, Anak Agung Gde Agung Benny Sutedja, tutup usia.

Putra pertama Gubernur Bali Anak Agung Bagus Sutedja itu, berpulang Jumat (4/10/2019) lalu. Pelebonan Gung Benny pun digelar Minggu (20/10/2019).

Nampak dari kalangan lintas agama menghadiri proses pelebonan tersebut. Gung Benny lebih dikenal sebagai tokoh pluralisme di Jembrana. Ia banyak berteman dam bersahabat dengan tokoh dan masyarakat lintas agama.

Jenazah Gung Benny ditempatkan dalam sebuah bade. Sanak keluarga mulai anak dan cucunya turut hadir. Mereka mengenakan pakaian putih-putih menghantarkan sang tokoh ke peristirahatan terakhirnya.

Keluarga dan masyarakat nampak membopong bade Gung Benny. Dari Puri Negara, warga dan keluarga berangkat menuju ke Perempatan Jam Jalan Gatot Subroto Negara.

Kemudian, beberapa kali berputar. Lalu menuju ke selatan. Selanjutnya ke Pura Dalem Lelateng dan berputar lagi menuju ke arah timur. Terakhir, dibopong menuju ke Setra Lelateng.

Presiden dan Wapres Terpilih 2019-2024 Segera Dilantik, Ini Rangkaian Acara Pelantikan

Antisipasi Terjadinya Bencana, BPBD Kembali Bentuk Desa Tangguh Bencana di Desa Selat

Penulis Loloan Barat sekaligus Tokoh Muslim setempat, Eka Sabara mengatakan, sering becengkrama semasa hidupnya.

"Almarhum merupakan simbol toleransi dengan konsep 'menyama beraya'. Sering bahkan, ketika ada acara yang berbau Hindu (upacara adat, Red). Kalangan muslim diminta untuk hadir. Tapi tidak diperkenankan menggunakan udeng. Malah harus memakai songkok (kopiah, Red)." ujar Sabara.

"Ini ada salah satu adalah staf beliau. Ketika ada acara (Gung Benny) selalu ngomong mana songkok-mu. Kamu kan muslim. Kamu jangan karena menghormati saya jadi lupa bahwa kamu muslim. Pakai songkok-mu," kenang Eka Sabara.

Pelebonan digelar sekitar pukul 10.00 Wita. Hingga saat ini jenazah masih dalam prosesi pembakaran di Setra Lelateng.

Ingin Pipi Terlihat Tirus? 4 Cara Sederhana Ini Bisa Kamu Coba

Arick Istriyanti Bangun Desa Lewat Komunitas Ekspresi, Wadah Anak-anak untuk Kembangkan Diri

Turut hadir pula beberapa tokoh muslim dan juga Hindu. Salah satunya ialah Mantan Bupati Jembrana periode 1990-2000, IB Indugosa.

Almarhum meninggal dunia di Rumah Sakit Kasih Ibu di Denpasar pada hari Jumat (4/10/2019) sekitar pukul 18.00 Wita. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved