Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Dewan Buleleng Minta Segera Ganti Bahan Bakar PLTU Celukan Bawang

Rencana Gubernur Bali yang ingin mengganti bahan bakar seluruh pembangkit listrik mendapat dukungan dari Ketua Komisi II DPRD Buleleng.

Tayang:
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Dok. Tribun Bali - Sejumlah warga Desa Celukan Bawang saat melalukan kampanye penolakan pembangunan PLTU Celukan Bawang tahap dua pada Selasa (17/4/2018) siang. Kampanye ini dilakukan bertepatan dengan kedatangan kapal Greenpeace Rainbow Warrior 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Rencana Gubernur Bali yang ingin mengganti bahan bakar seluruh pembangkit listrik termasuk PLTU Celukan Bawang menggunakan gas, mendapat dukungan dari Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Putu Mangku Budiasa.

Meski harganya mahal, namun gas lebih ramah lingkungan.

Mangku Budiasa mengatakan, Bali merupakan daerah wisata yang terkenal hingga internasional.

Jadi masalah lingkungan harus mendapatkan perhatian yang serius.

Ia pun mendorong agar proses penggantian energi ini bisa dilakukan lebih cepat.

"Kalau batu bara mungkin jauh lebih rendah, dan hasil penjualan listriknya sangat berpengaruh. Dibandingkan pakai gas, harganya sudah pasti lebih mahal. Tapi kalau pemerintah provinsi sudah menolak, ya kami sangat mendukung hal itu. Bahkan kami mendorong agar proses ini bisa dilebih cepat," ujarnya, Senin (28/10/2019).

Lalu bagaimana bila harga listrik nantinya menjadi lebih mahal?

"Ketimbang harga listrik murah, tapi lingkungan hancur. Ini kan persoalan pilihan saja. Mau pilih yang mana. Risiko usaha ya seperti itu. Jangan hanya ingin mengeruk keutungan yang banyak dengan mengabaikan dampak buruk dari lingkungan itu. Saya rasa pemerintah juga sudah menyiapkan kajian dan solusinya," jawab Budiasa.

Sementara saat disingung terkait pembangkit listrik tenaga surya yang juga lebih ramah lingkungan, Budiasa mengaku bila pembangunannya menggunakan APBD, hal tersebut belum dapat dilakukan, mengingat minimnya anggaran yang dimiliki oleh pemerintah daerah Buleleng.

Namun bila saja pemerintah provinsi dapat membantu dari segi anggaran, Buleleng khususnya di kawasan Kecamatan Gerokgak, sejatinya sangat memiliki potensi untuk dibangunnya pembangkit listrik tenaga surya.

"Gerokgak tepatnya di daerah Pulaki ke atas itu kan daerah kering. Kalau dipasang puluhan hektar penel surya, saya rasa mampu menghasilkan energi yang cukup. Saya rasa kalau bersumber dari APBD berat karena ada anggaran yang dimanfaatkan untuk yang lebih mendesak. Tapi kami akan coba untuk mengundang dan mendiskusikan hal.ini dengan pemerintah provinsi serta investor untuk berinvestasi dengan pola panel surya itu," tutupnya.

Terpisah, General Affair PT General Energi Bali (GEB) Indrianti Tanutanto mengaku belum dapat memberikan komentar terkait rencama Gubernur Wayan Koster, yang ingin mengganti bahan bakar di PLTU Celukan Bawang dengan menggunakan gas.

"Maaf, saya masih belum bisa berkomentar, masih di Jakarta," singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster berencana akan mengganti seluruh bahan bakar pembangkit listrik yang ada di Bali menggunakan gas.

Rencana ini akan segera direalisasikan pada 2020 mendatang.

Gas dipilih karena dinilai lebih ramah lingkungan dan murah.

Koster dalam sambutannya saat menghadiri acara ulang tahun SMA 1 Singaraja, pada Jumat (25/10/2019) menyebutkan, kebijakan tersebut telah ia susun dan sudah diberikan ke pusat.

Pada 2020 mendatang, kata Koster, seluruh pembangkit listrik yang ada di Bali, yang awalnya masih menggunakan bahan bakar minyak atau batu bara, harus sudah diganti dengan menggunakan bahan bakar gas. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved