Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

Sambal dan Keripik Buleleng Bali Dibidik Masuk Pasar Timur Tengah

Sudiarta mengakui, saat ini masih sedikit UMKM Buleleng yang mampu melakukan ekspor secara mandiri. 

Tayang:
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Beri keterangan- Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagperinkop UKM) Buleleng, Dewa Made Sudiarta. Sejumlah produk olahan UMKM Buleleng mulai dibidik masuk pasar Timur Tengah. Sambal dan Keripik Buleleng Bali Dibidik Masuk Pasar Timur Tengah 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Produk olahan pangan UMKM asal Kabupaten Buleleng, Bali, mulai dibidik untuk menembus pasar ekspor. 

Beberapa negara yang menjadi sasaran yakni kawasan Timur Tengah, Hong Kong hingga Singapura.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagperinkop UKM) Buleleng, Dewa Made Sudiarta mengatakan, saat ini sekitar 10 UMKM Buleleng telah lolos tahap kurasi awal untuk mengikuti pendampingan menuju pasar ekspor.

Mayoritas UMKM tersebut bergerak di sektor pangan olahan yang dinilai memiliki peluang pasar cukup besar di luar negeri. Seperti sambal, keripik dan aneka camilan lokal.

Baca juga: LARANG Pelaku UMKM Gunakan Plastik, Persiapan PKB 2026 Penyediaan Tong Sampah Diminimalisir

"Pasar untuk produk olahan pangan cukup bagus, terutama aneka camilan dan produk olahan lainnya," ujar Sudiarta, Senin 11 Mei 2026.

Menurutnya, pemerintah daerah kini mulai fokus memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM, agar memahami mekanisme ekspor serta standar produk yang dibutuhkan pasar internasional.

Pendampingan dilakukan bersama Export Center Surabaya milik Kementerian Perdagangan serta didukung Bea Cukai yang kini membuka layanan pendampingan ekspor di Buleleng, Bali.

Sudiarta mengakui, saat ini masih sedikit UMKM Buleleng yang mampu melakukan ekspor secara mandiri. 

Sebagian besar masih menggandeng eksportir atau lembaga pemasaran lain di Denpasar maupun daerah lainnya.

Selain itu, tantangan utama yang dihadapi pelaku UMKM adalah menjaga keberlanjutan produksi dan kemampuan memenuhi permintaan pasar dalam jumlah besar secara rutin.

"Yang masih menjadi tantangan itu keberlanjutan produksi dan kuantitas barang. Banyak UMKM sebenarnya punya produk bagus, tetapi belum siap memenuhi kebutuhan pasar ekspor secara rutin," jelasnya.

Meski demikian, peluang ekspor bagi UMKM kini disebut semakin terbuka. 

Sebab pemerintah pusat mulai menerapkan skema ekspor kolektif melalui etalase perdagangan yang difasilitasi Kementerian Perdagangan.

Melalui skema tersebut, produk UMKM dapat dikirim secara bersama-sama tanpa harus memenuhi satu kontainer penuh. 

"Sekarang peluang ekspor lebih terbuka karena UMKM bisa masuk secara berkelompok lewat etalase perdagangan yang difasilitasi pemerintah," kata Dewa Sudiarta.

Untuk bisa masuk pasar ekspor, pelaku UMKM diwajibkan memenuhi berbagai standar mulai dari kualitas produk, legalitas usaha hingga sertifikasi halal khusus produk pangan olahan.

"Masih banyak UMKM yang belum paham kalau ekspor itu sebenarnya mudah sepanjang mereka bisa memenuhi standar dan kualitas yang dibutuhkan pasar," tandasnya. (mer)

Kumpulan Artikel Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved