Kasus Penebasan Membabi-buta di Kerobokan Berawal dari Duro, Tawaran Kopi Berubah Jadi Darah

Kasus Penebasan Membabi-buta di Kerobokan Berawal dari Duro, Tawaran Kopi Berubah Jadi Darah

Kasus Penebasan Membabi-buta di Kerobokan Berawal dari Duro, Tawaran Kopi Berubah Jadi Darah
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Kasus Penebasan Membabi-buta di Kerobokan Berawal dari Duro, Tawaran Kopi Berubah Jadi Darah 

Bahkan Duro yang kini masih jadi buronan polisi itu memukul Semi Adibuwo dan menantang Semi Adibuwo dengan pedang. 

Semi Adibuwo pun langsung lari ke kamarnya.

Ketika itu Semi Adibuwo dikejar oleh Duro dan juga temannya Sugianto alias Toing yang juga berada disana.

“Mereka memaksa masuk ke kamar Semi, dengan mengunakan pedang, namun dibalas dengan Semi dengan besi dan ditusukkan dengan lobang kunci, sembari menghubungi adiknya,” jelasnya.

Beberapa menit kemudian adik Semi Adibuwo yang bernama Senik Simri Octavianus (23) datang dengan membawa parang.

Lantas menyerang semua orang yang ada disana.

Saat itu, Kepala Gudang Abdi Ariji ingin melerai namun pihaknya juga ikut diserang.

Dalam keadaan yang tidak terkontrol itu, Duro yang membawa parang masih berusaha masuk ke kamar Semi Adibuwo.

Ketika itu, pedangnya jatuh lalu diambil Semi Adibuwo.

Semi Adibuwo pun lanjut Sidar Sinaga mengatakan membabi buta menebas beberapa orang yang sebelumnya ingin menyerangnya.

Halaman
1234
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved