Tak Punya e-KTP Tapi Ingin Ikut Rekrutmen CPNS 2019, Ini Penjelasan BKN

Calon pelamar yang belum mendapatkan KTP asli, diperbolehkan melampirkan KTP sementara atau yang sering disebut surat keterangan

Tak Punya e-KTP Tapi Ingin Ikut Rekrutmen CPNS 2019, Ini Penjelasan BKN
tribunnews
ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Pendaftaran CPNS 2019 akan dibuka mulai 11 November 2019 mendatang.

Masyarakat yang berminat mengikuti seleksi ini tentu telah mulai mempersiapkan sejumlah berkas persyaratan yang dibutuhkan.

Namun tak sedikit pula yang bingung jika tidak memiliki sejumlah berkas seperti KTP elektronik dan sebagainya.

Menjelang pendaftaran online calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2019, sejumlah masyarakat melayangkan pertanyaan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kepala BKN Bima Haria Wibisana menyampaikan, portal LAPOR BKN per 1 November 2019 telah menerima sekitar 50 pertanyaan, sejak diumumkannya seleksi penerimaan CPNS tahun ini pada 28 Oktober 2019 lalu.

Di Swiss, Tanah Pemakaman Bisa Jadi Hadiah

Kronologi Kasus PLTU Riau-1 hingga Hakim Tipikor Jatuhkan Vonis Bebas untuk Sofyan Basir

Menurut Bima, pertanyaan yang paling banyak terkait penggunaan surat keterangan kartu tanda penduduk (KTP) atau KTP sementara, penggunaan surat keterangan lulus (SKL), persoalan akreditasi perguruan tinggi dan program studi, ijazah hilang, surat tanda regritasi (STR) masih dalam tahap proses atau sedang diperpanjang, hingga penggunaan ijazah bagi lulusan luar negeri.

"Calon pelamar yang belum mendapatkan KTP asli, diperbolehkan melampirkan KTP sementara atau yang sering disebut surat keterangan (suket)," kata Bima dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (4/11/2019).

Sesuai Peraturan Menteri PAN RB Nomor 23 Tahun 2019, pelamar yang mendaftar pada formasi jabatan tenaga kesehatan wajib melampirkan STR (bukan internship) sesuai jabatan yang dilamar dan masih berlaku pada saat pendaftaran, dibuktikan dengan tanggal masa berlaku yang tertulis pada STR.

"Namun persyaratan STR tersebut dikecualikan pada beberapa kualifikasi pendidikan," ujar Kepala Biro Humas BKN, Mohammad Ridwan.

Kualifikasi pendidikan yang dimaksud adalah S-1/D-IV Biologi/Profesi Dokter Hewan untuk jabatan Entomolog Kesehatan Ahli, D-III Entomologi/Biologi/Kesehatan Hewan pada jabatan Entomolog Kesehatan Terampil, S-1 Biologi/Kimia/Teknik Kimia pada jabatan Pranata Laboratorium Kesehatan Ahli, serta S-1 Teknik Lingkungan pada jabatan Sanitarian Ahli.

Bule Pukul 3 Sekuriti Hotel di Kuta Berakhir Damai, Harissonn Akan Kembali ke Negara Asalnya

Sering Berada di Depan Layar Monitor atau Handphone, Berikut Tips Agar Mata Tetap Sehat

Halaman
12
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved