Percantik Wajah Kota, Pohon Perindang Mulai Berbunga di Jembrana
Memasuki November, bunga tabebuya dan bunga bungur (tangi) yang merupakan pohon perindang mulai bermekaran di Jembrana.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Memasuki November, bunga tabebuya dan bunga bungur (tangi) yang merupakan pohon perindang mulai bermekaran di Jembrana.
Kehadiran bunga-bunga yang menyerupai sakura di Jepang ini makin mempercantik wajah kota Negara , sekaligus memanjakan mata masyarakat yang melintasi jalur Denpasar – Gilimanuk.
Pohon tabebuya kuning banyak ditanam di sepanjang ruas Jalan Ngurah Rai serta Jalan Sudirman yang merupakan jalan utama Denpasar-Gilimanuk.
Sementara pohon bungur ( biasa disebut tangi ) dengan bunganya yang berwarna ungu banyak dijumpai di jalan Hayam Wuruk Dangintukadaya, tepatnya di depan RS Balimed.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana, I Wayan Sudiarta , ditemui kamis (7/11/2019), membenarkan pohon – pohon perindang itu kini tengah berbunga.
• Berawal dari Film, Anak Agung Wartayasa Berniat Threesome Bareng Selingkuhan hingga Paksa Siswi SMK
• Bendesa Adat Besakih Apresiasi Program Penataan Pura Besakih, Pro dan Kontra Dinilai Wajar
Musim kemarau panjang disebutnya membantu bunga bermekaran lebih cepat. Hal ini juga dipengaruhi dari cuaca di Jembrana.
Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memang sengaja menanam tabebuya serta bungur yang selain untuk keteduhan, juga untuk keindahan.
Pohon tabebuya itu ditanam sebagai media tengah jalan, sedangkan bungur sebagai pohon perindang di tepi jalan.
Dipilihnya pohon tabebuya ini karena di saat musim kemarau, pohon tersebut tetap hijau dan daunnya jarang berguguran.
Bahkan, di musim panas seperti sekarang ini, tabebuya berbunga lebat dan memberikan kesan eksotik.
Sementara pohon bungur karena merupakan tanaman lokal endemik Bali. Sejak tahun 2016 , Pemkab Jembrana mulai menanam pohon bungur sebanyak 399 pohon.
• Pelayanan Air PDAM Kembali Dikeluhkan, Muhamad Ridwan Mandi Pakai Air Isi Ulang
• Dinilai Berdampak Positif, Bagus Karyawan Setujui Proyek Penataan Pura Besakih dari Pemprov Bali
Di Jembrana bahkan pohon bungur ini banyak dijumpai tumbuh liar di huta-hutan desa. Selain itu, struktur pohonnya juga kuat sehingga tidak membahayakan pengguna jalan.
“Pohon Bungur ini tanaman lokal beda sama tabebuya. Orang Bali menyebutnya pohon tangi karena warna bunganya ungu terlihat begitu mencolok, “ ujar Sudiarta.
Disinggung soal perawatan, Sudiarta mengatakan perawatannya relatif mudah.
“Untuk pemeliharaan, pagi dibersihkan, siangnya oleh tenaga pertamanan sambil memelihara taman. Pemeliharaan juga rutin dengan penyiraman, pembersihan serta pemupukan secara berkala ,” ujar Sudiarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pohon-perindang-yang-mulai-bermekaran.jpg)