Berkali-Kali Perkelahian Bule di Seminyak Viral Dan Jadi Pergunjingan, Ini Kata Kepala Lingkungan
Tidak hanya satu atau dua kali kejadian bule berkelahi di wilayah yang sama viral, kurang lebih sudah tiga kali terjadi.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN BALI.COM, SEMINYAK – Beberapa waktu belakangan ini kasus perkelahian bule atau Warga Negara Asing (WNA) di depan atau di dekat klub malam Kawasan Seminyak, Kuta viral di media sosial.
Khususnya media sosial Instagram yang diunggah oleh netizen dan banyak dikomentari pula oleh netizen lainnya.
Dua kasus terakhir bahkan bule yang diduga karena pengaruh alkohol melakukan pemukulan terhadap sekuriti.
• BREAKING NEWS : Sedang Bertugas di Pos La Favela Tiba-tiba Satpam Ini Dipukul WNA New Zealand
Tidak hanya satu atau dua kali kejadian bule berkelahi di wilayah yang sama viral, kurang lebih sudah tiga kali terjadi.
Tetapi ternyata perkelahian seperti ini ternyata sudah biasa terjadi dan tidak aneh lagi bagi warga sekitar khususnya warga Banjar Basangkasa Seminyak Kuta.
"Sebenarnya sudah sering sekali yang berantem antar tamu cuma waktu itu nggak ada ini medianya (medsos) nggak ada. Tapi karena ada medianya jadi viral," ungkap Kepala Lingkungan Basangkasa Seminyak, Nengah Mardawa beberapa waktu lalu saat ditemui Tribunbali.com.
Meski sudah menjadi hal biasa, wajar dan dimaklumi olehnya dan warga sekitar, namun ia menyayangkan pengunggah video soal keributan para bule di depan kelab malam yang ada di wilayahnya.
Karena menurutnya pengunggah video itu tak mencari tahu akar permasalahan atau penyebab terjadinya perkelahian itu.
Mereka hanya merekam dan langsung memviralkan video tersebut di media sosial.
"Kalau yang kemarin-kemarin saya lihat orang yang merekam nggak melihat sudut permasalahannya. Dibikin terjadi lagi, terjadi lagi cuma nggak tahu awalnya gimana,” tambahnya.
Namun menurutnya keributan ini diakibatkan karena adanya penutupan sementara salah satu klub malam ternama di Kawasan Legian sehingga wisatawan yang biasanya mencari hiburan di tempat itu bergeser ke wilayahnya (Seminyak).
“Kenapa terjadi berkali-kali (perkelahian di sekitar La Favela) mungkin karena adanya penutupan klub yang di Legian (Sky Garden). Ditutup di sana mereka ya ke sini. Yang ke sini biasanya turis eksklusif tapi sekarang ini bercampur. Mungkin nanti setelah dibuka lagi mungkin akan lebih aman di sini (tidak terjadi perkelahian),” papar Nengah.
Untuk menjaga masalah keamanan di Banjar Basangkasa ini sejak enam tahun lalu pihaknya membentuk Penrepti Basangkasa.
Dimana Penrepti bertugas selama 24 jam berpatroli di seluruh kawasan banjara Basangkasa.
"Dari kita pengamanan jelas cuma mengamankan wilayah, sekarang tindak lanjutnya kalau masalah hukum kita lerai. Mereka berantem habis lalu damai, habis berantem sama-sama shake hand selesai. Kita sudah jaga 24 jam sedangkan di sebelah mungkin longgar," ungkap Koordinator Penrepti Banjar Basangkasa Putu Mahardika.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-perkelahian-pengeroyokan.jpg)