Warga Kampung Bugis Rayakan Maulid Nabi dengan Kapal Pinisi dari Pohon Pisang dan 1400 Telur

Berbeda dengan perayaan Maulid Nabi tahun-tahun sebelumnya, perayaan tahun ini tidak menggunakan miniatur kayu kapal Pinisi.

Warga Kampung Bugis Rayakan Maulid Nabi dengan Kapal Pinisi dari Pohon Pisang dan 1400 Telur
Dok. Remaja Masjid As-Syuhada Kampung Bugis
Suasana perayaan Maulid Nabi di Kampung Bugis, Serangan, Bali, Sabtu (9/11/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Warga Kampung Bugis Serangan rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid As-Syuhada di Kampung Bugis, Serangan, Sabtu (9/11/2019).

Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kampung Bugis, Hanavi menuturkan perayaan Maulid Nabi memiliki makna yang besar.

Salah satunya sebagai cara mengenal dan mengetahui sejarah nabi.

"Sebenarnya memiliki makna besar. Jika kita tidak memperingatinya, kita tidak akan tahu sejarah nabi," jelasnya saat ditemui Tribun Bali, Sabtu (9/11/2019).

Desa Taro Gianyar Masuk 10 Besar Desa Wisata Nasional, Masyarakat Lokal Hidupkan Denyut Pariwisata

Ditemukan HIV Jenis Baru, Apa yang Harus Dilakukan?

TRIBUN WIKI - Sejarah Singkat Berdirinya Polda Bali

Berbeda dengan perayaan Maulid Nabi tahun-tahun sebelumnya, perayaan tahun ini tidak menggunakan miniatur kayu kapal Pinisi.

Namun, tahun ini diganti dengan miniatur Kapal Pinisi dari pohon pisang yang diarak bersama dengan 1400 telur hias.

"Selama 6 tahun kami masih menggunakan Kapal Pinisi dari kayu untuk arak-arakan. Karena kapalnya sudah rusak jadi kita buat seadanya. Yaitu miniatur Kapal Pinisi dari pohon pisang," tambahnya.

Selain itu, perayaan Maulid Nabi diisi dengan berbagai kegiatan yang dimulai sejak Kamis (7/11/2019) lalu.

Diantaranya yakni diisi dengan berbagai kegiatan lomba untuk anak-anak seperti lomba hafalan surah-surah pendek, lomba adzan, lomba busana muslim dan masih banyak lagi.

Dan juga lomba untuk ibu-ibu yang akan dilaksanakan sore nanti yakni lomba tarik tambang dengan tali dari sarung, balon berpasangan, memasukkan paku dalam botol dan masih banyak lagi. (*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved