Pelamar CPNS Buleleng Diperkirakan 7.000 Orang, Diprediksi Membeludak Jelang Akhir Pendaftaran
Jumlah pelamar CPNS hingga Senin (18/11/2019) tercatat baru 437 orang. BKPSM Buleleng memperkirakan jumlah pelamar mencapai 7.000 orang.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Meika Pestaria Tumanggor
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Jumlah pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hingga Senin (18/11/2019) tercatat baru 437 orang.
Jumlah ini tergolong sedikit, sebab Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng sebelumnya memperkirakan jumlah pelamar mencapai 7.000 orang.
Seperti diketahui, pendaftaran CPNS 2019 telah dibuka sejak 12 November dan berakhir pada 24 November 2019.
Kepala BKPSDM Buleleng, Gede Wisnawa ditemui Selasa (19/11/2019) mengatakan, hingga Senin, jumlah pendaftarnya pun tergolong masih sedikit.
Dengan rincian, untuk tenaga pendidik baru ada 179 orang pelamar, tenaga kesehatan 113 pelamar, dan tenaga teknis 145 pelamar.
• Dinas Lingkungan Hidup Bangli Bingung Cari Uang Jalankan Armada, Pegawai Sampai Urunan Beli BBM
• Perkuat Nilai-Nilai Pancasila, Kodim 1611/Badung Beri Sosialisasi Wawasan Kebangsaan
Sementara jumlah formasi yang disediakan mencapai 358 formasi.
Wisnawa menyebutkan, tidak menutup kemungkinan jumlah pelamar akan membeludak di hari batas pendaftaran.
Banyak masyarakat yang memilih untuk tidak terlalu terburu-buru, sebab bila terjadi kesalahan saat mengunggah data, seperti nama dan foto, maka datanya tidak dapat diperbaiki lagi.
"Mungkin ini prinsip kehati-hatian pelamar. Mereka tidak mau terlalu terburu-buru. Masih ada rentang waktu sampai 24 November. Apalagi ada beberapa kabupaten yang tidak dapat formasi seperti Karangasem dan Bangli. Jadi tidak menutup kemungkinan warganya akan melamar ke Buleleng," katanya.
Di samping itu, ada beberapa persyaratan yang diduga menjadi pengaruh minimnya jumlah pelamar.
Salah satunya ialah ketentuan yang dikeluarkan oleh Pemprov Bali, dimana indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.00, dan berlaku di seluruh formasi di Bali.
"Ya mungkin itu bisa menjadi salah satu penyebabnya. Kalau dulu kan syarat IPKnya 2.75. Sekarang kalau kurang dari 3.00 otomatis tidak lolos persyaratan. Yang dibawah 3.00 itu saya rasa kalau mereka melamar di luar Bali, mereka masih memiliki potensi. Tapi saya rasa seluruh tamatan sekarang IPKnya sudah 3.00 semua," katanya.
• Satu Buku Dipakai Untuk Satu Kelas, Buku Pendidikan Agama Hindu di Lampung Tengah Sangat Terbatas
• Ada yang Diupah Rp 100 Ribu, FKPLKB Sebut Pusat Gantung Status Mereka Digaji di Bawah Standar UMP
Bagi pelamar yang masih ragu-ragu atau kesulitan memahami persyaratan yang diajukan, BKPSDM Buleleng sebut Wisnawa telah membuka desk konsultasi di kantornya.
Pihaknya telah menyiapkan petugas khusus untuk menjawab segala pertanyaan terkait rekrutment CPNS ini.
Seperti diketahui, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) memberikan jatah formasi CPNS 2019 untuk wilayah Buleleng sebanyak 358 formasi.
Dengan rincian tenaga pendidikan sebanyak 198, tenaga kesehatan 99, dan tenaga teknis 61 formasi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-bkpsdm-buleleng-gede-wisnawa.jpg)