Pertumbuhan Kredit Capai 7,51 Persen, Perdagangan dan PHR Jadi Sektor Terbesar
Peningkatan penyaluran kredit UMKM ini terjadi di semua lapangan usaha kecuali listrik, gas, dan air, serta pengangkutan dan komunikasi.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Walaupun angka ini lebih rendah dibanding triwulan I 2019 sebesar 8,45 persen.
“NPL sektor pengangkutan dan komunikasi hanya sebesar 1,57 persen. Sehingga memberikan pengaruh relatif kecil terhadap kinerja kredit UMKM,” jelasnya.
Berdasarkan data, pangsa kredit UMKM terhadap total kredit pada periode laporan naik sedikit dari 37,7 persen menjadi 37,8 persen.
Rasio penyaluran kredit UMKM di Bali tersebut telah melebihi kewajiban pemberian kredit atau pembiayaan UMKM yang minimal harus 20 persen sesuai Peraturan Bank Indonesia No.17/12 PBI/2015.
Sementara berdasarkan nominal kreditnya, realisasi kredit UMKM terbesar masih berada pada rentang di atas Rp 100 juta sampai Rp 500 juta. Dengan pangsa hingga 30,24 persen dari total kredit UMKM yang ada di Bali.
Sementara wilayahnya, kredit UMKM masih didominasi kota 33 persen. Kemudian kedua wilayah Badung 18 persen dan Gianyar 12 persen.
Trisno, sapaan akrabnya, mengatakan fungsi penyaluran kredit perbankan oleh bank umum memang mengalami akselerasi.
“Pada triwulan II 2019, kredit bank umum tumbuh 7,97 persen (yoy), lebih tinggi dibanding triwulan lalu 5,44 persen,” sebutnya.
• Tommy Chiputra Jadi Ketua Permabudhi Bali 2019-2023
• Perbekel Terpilih Bontihing di Buleleng Alami Serangan Jantung, Meninggal 35 Hari Jelang Pelantikan
Nominal Capai Rp 79,82 Triliun
Secara nominal, kredit perbankan yang disalurkan sampai triwulan II 2019, mencapai Rp 79,82 triliun.
Akselerasi penyaluran kredit tersebut terjadi pada semua jenis penggunaan.
Kredit modal kerja pada triwulan II 2019 tumbuh 4,69 persen (yoy), lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya 2,88 persen (yoy). Kemudian kredit investasi naik dari 9,66 persen menjadi 15,88 persen.
Kredit konsumsi tumbuh dari 5,53 persen menjadi 6,63 persen (yoy).
“Akselerasi kredit ini selaras dengan akselerasi kinerja lapangan usaha perdagangan besar dan eceran (PDRB) pada triwulan II 2019,” katanya.
Sementara kualitas kredit perbankan yang relatif stabil, tercermin dari indikator NPL gross yang menunjukkan level 3,03 persen pada triwulan I menjadi 3,01 persen pada triwulan II 2019. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-perwakilan-bank-indonesia-bi-provinsi-bali-trisno-nugroho.jpg)