Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pertumbuhan Kredit Capai 7,51 Persen, Perdagangan dan PHR Jadi Sektor Terbesar

Peningkatan penyaluran kredit UMKM ini terjadi di semua lapangan usaha kecuali listrik, gas, dan air, serta pengangkutan dan komunikasi.

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pertumbuhan kredit UMKM pada triwulan II 2019, mengalami akselerasi.

Dari 5,79 persen (yoy) pada triwulan I 2019 menjadi 7,51 persen (yoy).

Peningkatan penyaluran kredit UMKM ini terjadi di semua lapangan usaha kecuali listrik, gas, dan air, serta pengangkutan dan komunikasi.

Lapangan usaha perdagangan, hotel, dan restoran (PHR) yang merupakan sektor dengan pangsa kredit UMKM terbesar yakni 69,12 persen.

“Mengalami akselerasi penyaluran kredit UMKM dari 5,98 persen (yoy) di triwulan I 2019 menjadi 6,46 persen (yoy),” sebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Selasa (19/11/2019).

Waspadai Penipuan Online di Bali Via Media Sosial, Korbannya Capai Ratusan Begini Modus Pelakunya

E-Rekap Diklaim Mampu Tekan Anggaran Pilkada, KPU Bali Dukung Evaluasi Pilkada Serentak

Sektor pertanian, kata dia, dengan pangsa 6,71  persen menjadi yang terbesar kedua setelah perdagangan.

Sektor pertanian juga mengalami kenaikan penyaluran kredit, dari sebelumnya 11,62 persen (yoy) pada triwulan I 2019 menjadi 21,6 persen (yoy).

Penyaluran kredit UMKM ke lapangan usaha industri pengolahan juga naik, dari sebelumnya 28,36 persen (yoy) menjadi 30,68 persen (yoy).

Namun akselerasi kredit UMKM tertahan oleh perlambatan kredit pada sektor pengangkutan dan komunikasi.

Kredit UMKM pada sektor tersebut hanya tumbuh 2,96 persen (yoy), jauh lebih rendah dibanding triwulan lalu dengan angka sampai 30,71 persen (yoy).

Akselerasi pertumbuhan kredit UMKM pada periode laporan diiringi peningkatan non performing loan (NPL).

“NPL naik dari sebelumnya 3,13 persen triwulan I 2019, menjadi 3,25 persen. Ini disebabkan penurunan kualitaS kredit pada lapangan usaha pertambangan, konstruksi, keuangan dan jasa-jasa,” sebutnya.

Gugatan Pecatan Golkar Kandas, Mahkamah Partai Tolak Semua Gugatan, Demer Janji Rangkul Muntra Cs

Peringati Puputan Margarana, Warga Desa Delod Peken Tabanan Gelar Napak Tilas

Kenaikan NPL

PHR dengan pangsa kredit terbesar mencatatkan kenaikan NPL dari 3,18 persen menjadi 3,21 persen.

Sementara pengangkutan dan komunikasi masih mencatat NPL paling tinggi yakni 8,05 persen.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved