Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sempat Ditegur Gubernur, DPRD Buleleng Mulai Gunakan Gelas Kaca Untuk Wadah Air

Langkah pengurangan penggunaan plastik sekali pakai ini mulai diterapkan di DPRD Buleleng, setelah mendapat teguran dari Gubernur Bali Wayan Koster.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Suasana rapat gabungan komisi dengan pemerintah daerah, yang diselenggarakan di ruang gabungan komisi DPRD Buleleng pada Selasa (19/11/2019). Dari rapat ini terlihat DPRD Buleleng mulai menggunakan gelas kaca sebagai wadah air. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Suasana rapat gabungan komisi dengan pemerintah daerah, yang diselenggarakan di ruang gabungan komisi DPRD Buleleng pada Selasa (19/11/2019) tampak berbeda dari hari-hari biasanya.

Di masing-masing meja kini telah disediakan gelas kaca, serta satu unit dispenser (tempat air) untuk para peserta rapat.

Belakangan diketahui, langkah pengurangan penggunaan plastik sekali pakai ini mulai diterapkan di DPRD Buleleng, setelah mendapat teguran dari Gubernur Bali Wayan Koster.

Sebab selama melaksanakan rapat, Gubernur menemukan para anggota dewan masih menggunakan air mineral yang dikemas dalam botol plastik.

Atas teguran itu, sejak Selasa (19/11/2019), DPRD Buleleng akhirnya mulai menggunakan gelas kaca sebagai wadah airnya.

Sementara dari pantauan di lapangan, Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna memilih untuk membawa tumbler sendiri.

Ditemui seusai rapat, Gede Supriatna mengatakan, mulai Selasa (19/11/2019) pihaknya telah berkomitmen untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Setiap rapat pun kata Supriatna, tidak akan ada lagi air mineral yang dikemas dalam botol plastik.

Bila para anggota ditemukan masih menggunakan plastik sekali pakai, maka sanksinya diakui Supriatna hanya sebatas sanksi moral.

"Mudah-mudahan semua mulai sadar. Kami juga harus menjadi contoh kepada masyarakat, untuk lebih peduli kepada lingkungan" terangnya.

Apakah ada rencana melakukan pengadaan tumbler?

"Gelas dulu lah. Jangan ada pengadaan tumbler, nanti takutnya ada ribut lagi. Masak cuma beli tumbler ada pengadaan. Nanti jadi ribut lagi. Mudah-mudahan semua anggota dan staf bisa membawanya sendiri dari rumah," jawabnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved