Permintaan Arak Tiap Hari 2.500 Liter Tetapi Produksi Menurun, Petani Minta Buat Payung Hukum

Produksi arak di Desa Tri Eka Buana,Kecamatan Sidemen menurun sejak musim kemarau yang dirasakan mulai lima bulan lalu.Penurunannya mencapai 50 persen

Permintaan Arak Tiap Hari 2.500 Liter Tetapi Produksi Menurun, Petani Minta Buat Payung Hukum
Istimewa
KEARIFAN LOKAL - Warga Desa Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen saat merebus arak, Senin (18/11/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Produksi arak di Desa Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen menurun sejak musim kemarau yang dirasakan mulai lima bulan lalu.

Penurunannya mencapai 50 persen.

Biasanya petani arak menghasilkan 30 liter tiap hari, kini turun menjadi 15 liter.

Perbekel Desa Tri Eka Buana, Ketut Derka menjelaskan, produksi arak turun karena musim kemarau.

Irisan kelapa sebagai bahan baku arak berkurang jika dibanding musim hujan.

Sehari petani hanya mampu mengumpulkan beberapa liter saja.

Perkuat Kerja Sama Pengembangan Buah-buahan, Pemprov Bali Sambangi PT. GGF di Lampung Tengah

Kreasi Pis Bolong Jadi Plakat dan Piala, Omzet Ni Ketut Pujantika Suciani Capai Rp 6 Juta Per Bulan

"Produksinya menurun. Padahal permintaan arak Bali cukup tinggi di pasaran. Makanya petani kewalahan melayani permintaan," ungkap I Ketut Derka, Rabu (20/11/2019). 

Arak dari DesaTri Eka Buana didistribusikan ke Denpasar, Gianyar, Badung, bahkan sampai juga ke luar Bali.

Permintaan arak tiap hari mencapai 2.500 liter.

Hanya saja, petani  arak di Tri Eka Buana hanya bisa memenuhi 1.500 liter.

Halaman
123
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved