Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Permintaan Arak Tiap Hari 2.500 Liter Tetapi Produksi Menurun, Petani Minta Buat Payung Hukum

Produksi arak di Desa Tri Eka Buana,Kecamatan Sidemen menurun sejak musim kemarau yang dirasakan mulai lima bulan lalu.Penurunannya mencapai 50 persen

Tayang:
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Istimewa
KEARIFAN LOKAL - Warga Desa Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen saat merebus arak, Senin (18/11/2019). 

"Jumlah petani arak di Tri Eka Buana hampir 90 persen, dari jumlah penduduk,"jelasnya.

Derka berharap, pemerintah provinsi dan kabupaten memperhatikan nasib petani arak di Desa Tri Eka Buana.

Bisa dilakukan dengan membuat peraturan yang berpihak kepada petani arak.

Tak bisa dipungkiri, petani arak sering sampai harus sembunti-sembunyi dengan aparat saat mndistribusikan arak.

Padahal jika dikelola dan dikonsumsi dengan baik, arak adalah hasil karya kearifan lokal yang patut untuk dilestarikan.

Terima Kasih Sudah Berjuang untuk Kami, Dua Upacara di Peringatan Hari Puputan Margarana

Kader Golkar Badung Mundur Massal, Kecewa Terhadap Putusan Mahkamah Partai

"Kami berharap petani arak di Tri Eka Buana  diperhatikan. Hampir 90 pereen warga kami jadi petani arak. Dari kementerian dan provinsi harus berjuang membela petani arak. Sebab arak  adalah obat untuk penyakit juga terapi," ujar Derka.

Kata Derka, pembuatan arak di Desa Tri Eka Buana merupakan warisan leluhur sebelumnya serta bagian dari tradisi yang harus dipertahankan.

Pembuatn arak memiliki cerita dan sejarah untuk mengusir buta kala dari desa setempat. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved