Pembagian Mesin Perahu Sempat Ricuh Tak Tepat Sasaran, Dishub Anulir 22 Penerima

“Ada yang sudah memenuhi syarat, tetapi sehari-hari bekerja di pabrik. Ada yang pemilik perahu selerek dan akhirnya mengundurkan diri," ucapnya, Kamis

Pembagian Mesin Perahu Sempat Ricuh Tak Tepat Sasaran, Dishub Anulir 22 Penerima
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismaya
Perahu nelayan tampak berjejer di Pelabuhan TPI baru PPN Pegambengan, Kamis (21/11/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral menyerahkan bantuan mesin jukung kepada nelayan.

Namun dalam pembagian itu, ada pembagian yang tidak tepat sasaran.

Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana akan melakukan verifikasi ulang.

Selain tidak tepat sasaran, dalam pembagian yang dilakukan pada Kamis (14/11/2019) hingga Senin (18/11/2019) ini, juga terjadi kericuhan.

CPNS 2019, 10 Formasi Ini Belum Ada Pelamarnya

Pengemis di Brasil Ini Harus Meregang Nyawa Hanya karena Meminta Uang Receh 

Dari Mitos hingga Sains, Inilah yang Bisa Ditemukan dalam Museum Vagina di London

Sejumlah nelayan protes karena ada nelayan yang tidak setiap saat melaut, malah mendapat pembagian mesin.

Dari hasil verifikasi ulang, didapati ada sejumlah penerima yang terdata tidak tepat sasaran. Mereka dicoret dan dialihkan kepada penerima lainnya.

Kepala Dinas Perhubungan,Kelautan dan Perikanan Jembrana I Made Dwi Maharimbawa, mengatakan, berdasarkan verifikasi ulang melibatkan perangkat desa ini, ada 22 penerima yang dialihkan.

Meskipun syarat penerima mencukupi, seperti memiliki Kartu Kusuka (nelayan), memiliki jukung dan mesin berbahan bakar bensin.

Namun, dari verifikasi ulang, sebagian besar diketahui memang kurang membutuhkan dibanding nelayan lainnya.

Buat Onar & Minta Fasilitas Seperti di Hotel di Lapas Kerobokan, WNA Inggris Taqaddas Dipindah

Sepanjang 12,7 Kilometer Pantai di Tabanan Alami Abrasi, Penanganan Tunggu Bantuan Pemprov

Andhika Siap Tempur Lawan PSM Makassar, Teco Sebut Kondisi Fisik Sangat Bagus

“Ada yang sudah memenuhi syarat, tetapi sehari-hari bekerja di pabrik. Ada yang pemilik perahu selerek dan akhirnya mengundurkan diri," ucapnya, Kamis (21/11/2019).

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved