Ida Bagus Kosala Lihat Api Sudah Membesar, Lima Pelinggih Pura Dalem Desa Banjar Ludes
Sebanyak lima pelinggih di Pura Dalem Desa Banjar, Kabupaten Buleleng ludes terbakar, Minggu (24/11/2019) sekitar pukul 13.00 Wita.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Meika Pestaria Tumanggor
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebanyak lima pelinggih di Pura Dalem Desa Banjar, Kabupaten Buleleng ludes terbakar, Minggu (24/11/2019) sekitar pukul 13.00 Wita.
Api diduga berasal dari tempat pembakaran sampah yang dilakukan seorang warga, tepat di samping pura hingga percikannya menjalar ke salah satu pelinggih yang atapnya terbuat dari ijuk.
Bendesa Adat Banjar, Ida Bagus Kosala yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, saat peristiwa itu terjadi, ia baru usai rapat bersama para tokoh adat di Pura Desa Banjar.
Kosala mendengar informasi dari warga yang mengatakan pura dalem yang diempon oleh enam ribu warga asal Desa Banjar, Desa Banjar Tegeha dan Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, Buleleng ini terbakar.
Kosala pun bergegas menuju ke lokasi kejadian.
• 20 Ucapan Selamat Hari Guru Nasional, Cocok Dikirimkan Via WhatsApp (WA) Atau Caption Facebook
• 5 Gebrakan Erick Thohir Setelah Sebulan Menjabat Menteri BUMN
Setibanya di Pura Dalem, Kosala melihat api sudah membesar di bagian gedong simpen yang merupakan linggih Ida Betara Siwa.
Dalam hitungan detik, api menjalar ke bagian pelinggih yang lain seperti pelinggih Pesimpengan Merajapati dan Argimanik, Pelinggih Pesaren, dan Pelinggih Menjangan Seluang.
Akibat kejadian ini, Kosala menyebut nilai kerugian mencapai Rp 1.5 miliar.
Api baru dapat dipadamkan sekitar dua jam kemudian, dengan mengerahkan dua unit mobil damkar serta menghabiskan sebanyak lima tangki air.
"Di gedong yang terbakar itu hanya menyimpan barang-barang biasa, tidak ada prasasti. Ya diduga kebakarab ini terjadi karena ada salah satu warga yang membakar sampah di sebelah timur pura. Kemudian percikan apinya kena atap gedong yang terbuat dari ijuk sehingga mudah terbakar," ujarnya.
Pascakejadian ini, Kosala mengaku akan menggelar rapat bersama tokoh adat di Desa Banjar, Desa Banjar Tegeha, dan Desa Dencarik selaku pengempon pura untuk menentukan langkah apa selanjutnya.
• Wajib Gunakan 1% Penyandang Disabilitas, Sri Gorda Apresiasi Angkie Yudistia Jadi Stafsus Presiden
• Selamat Hari Guru Nasional, Ini Pesan Mendikbud Nadiem Makarim
Bila ada warga yang akan menggelar upacara pitra yadnya, Kosala menyebut masih dapat dilakukan. Pihaknya segera membangun pelinggih sementara.
"Pastinya akan dibangun kembali. Upacara pitra yadnya masih bisa dilakukan. Kami akan bangun pelinggih sementara," ujarnya.
Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Sumarjaya mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan mengenai penyebab pasti terjadinya kebakaran. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kondisi-salah-satu-pelinggih-di-pura-dalem-desa-banjar-yang-ludes-terbakar.jpg)