Operasi Pekat Agung II 2019, Polres Gianyar Sasar Judi Tajen di Luar Kegiatan Adat

Dalam kegiatan Tabuh Rah, ayam tersebut akan diadu sampai salah satu ayam aduan ini meneteskan darah.

Operasi Pekat Agung II 2019, Polres Gianyar Sasar Judi Tajen di Luar Kegiatan Adat
Tribun Bali/ Istimewa
Ilustrasi Judi Sabung Ayam atau Tajen 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Tajen atau sabung ayam, menjadi satu di antara sejumlah sasaran operasi penyakit masyarakat (Pekat) Agung II 2019.

Dalam hal ini, tajen yang akan ditertibkan hanya yang dilakukan di luar kegiatan keagamaan.

Sedangkan Tajen yang berkaitan dengan acara pecaruan atau Tabuh Rah, akan diberikan toleransi.

Hingga saat ini, Polres Gianyar merahasiakan jumlah dan lokasi-lokasi tajen yang menjadi target operasi (TO).

Hingga kini di Bali, Tajen masih kerap dilakukan oleh masyarakat.

Selain sebagai pelengkap upacara, juga dijadikan hobi dan perjudian.

Dalam kegiatan Tabuh Rah, ayam tersebut akan diadu sampai salah satu ayam aduan ini meneteskan darah.

Darah tersebut diyakini sebagai yadnya yang dipersembahkan pada Bhuta Kala.

Upacara tabuh rah, yang diyakini pertama kali dilakukan oleh orang-orang Majapahit yang mengungsi ke Bali, sekitar tahun 1.200 Masehi.

Namun seiring berjalannya waktu, justru dijadikan sebagai ajang perjudian.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved