Breaking News:

Pengalantaka, Rumusan Perhitungan Penetapan Hari Purnama Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Pengalantaka yang merupakan rumusan perhitungan waktu untuk mencari atau menetapkan hari Purnama dan Tilem ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Komang. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pengalantaka yang merupakan rumusan perhitungan waktu untuk mencari atau menetapkan hari Purnama dan Tilem ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia.

Sertifikatnya rencana akan diserahkan oleh Kemendikbud pada Sabtu (30/11/2019) di Gedung Sasana Budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Komang dikonfirmasi Jumat (29/11/2019) mengatakan, pengalantaka ini merupakan pedoman untuk nenentukan hari baik dan buruk atau ala ayuning dewasa.

Pihaknya telah mengusulkan sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2018 lalu.

Pengalantaka ini sebut Gede Komang, sejatinya juga ada di Jawa.

Namun khusus di Buleleng, sisi uger-uger (tika) terbilang cukup langka, sehingga perlu dilestarikan.

“Kami usulkan sisi uger-ugernya," ujar Gede Komang.

Pengalantaka sebut Gede Komang merupakan bagian dari Wariga.

Anggaran BPBD Tahun 2020 hanya Rp 488 Juta, BNPB Setujui Hibah Bencana Longsor Kintamani 2017 Rp 9 M

Jelang Pilkada Denpasar 2020, KPU Lakukan Pengosongan Kotak Suara

Jadwal Lengkap Pekan ke-30 Liga 1 2019, Bali United Hanya Butuh 1 Poin untuk Jadi Juara

Menurutnya, pengalantaka ini memang tidak terlepas dari kehidupan masyarakat Bali, khususnya warga Buleleng untuk mendapatkan perhitungan ala ayuning dewasa.

"Ini usulan tahun lalu, dan akan ditetapkan dan diserahkan sertifikatnya pada hari Sabtu oleh Kemendiknud. Lengkapnya nanti akan dijelaskan hari Sabtu. Saya lagi di jalan," singkat Gede Komang.

Sementara pada tahun ini, Dinas Kebudayaan Buleleng juga telah mengusulkan Wayang Kaca Nagasepaha, Megoak-goakan, Permainan gangsing, Tajog, Ngusaba Bukakak Desa Adat Sangsit Dangin Yeh, Mekering-Keringan Endut Pura Pemayun Desa Banyuning, Dramatari Gambuh Pura Sari Abangan Desa Bungkulan, dan Bubur Megguh khas Kecamatan Tejakula sebagai warisan budaya tak benda. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved