Pedagang Pasar Senggol Bangli Diberi Waktu Sepekan untuk Pindah

Relokasi pedagang senggol di sebelah timur lapangan Kapten Mudita molor walaupun sempat ditargetkan tuntas bulan November 2019.

Pedagang Pasar Senggol Bangli Diberi Waktu Sepekan untuk Pindah
TRIBUN BALI/MUHAMMAD FREDEY MERCURY
Pedagang pasar senggol saat bersiap membuka dagangan di sisi timur Lapangan Kapten Mudita, Bangli, Senin (2/12/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Relokasi pedagang senggol di sebelah timur lapangan Kapten Mudita molor walaupun sempat ditargetkan tuntas bulan November 2019. Pihak Disperindag kemudian kembali menargetkan relokasi pedagang dalam pekan ini.

Relokasi dilakukan mengingat proses pembangunan di Pasar Terminal Loka Crana telah selesai. Karenanya, para pedagang yang dipindahkan sementara ke sisi timur Lapangan Kapten Mudita, diminta kembali ke areal pasar.

Kasi Ketersedian dan Penyaluran Disperindag Bangli, Bali, Dewa Ketut Kantor menjelaskan rencana relokasi pedagang pasar senggol sebenarnya sudah sempat dibicarakan akhir bulan Oktober lalu. Pembicaraan terkait relokasi ini selain dihadiri oleh perwakilan pedagang, Disperindag, juga hadir Kepala Dinas Perhubungan selaku pengelola aset terminal (lantai dasar Pasar Loka Crana).

“Pada pertemuan itu ada kebijakan bahwa para pedagang akan pindah ke areal Terminal Loka Crana. Para pedagang juga meminta tenggang waktu untuk berembug kembali dengan teman-teman sesama pedagang. Salah-satunya mencari hari baik untuk pindah,” ucapnya Senin (2/12/2019).

Lanjut Dewa Kantor, lantaran tak kunjung pindah pihaknya telah kembali memanggil perwakilan pedagang senggol untuk meminta klarifikasi. Dari hasil pertemuan tersebut, pihaknya mendapatkan informasi bahwa relokasi para pedagang senggol hanya melibatkan pedagang kuliner saja. Sedangkan pedagang lainnya baik kain maupun asesoris tidak diperkenankan pindah, sebab akan bersaing dengan pedang di atas.

“Namanya perkumpulan pedagang senggol kan tidak bisa kami pisahkan. Bagaimanapun mereka satu kesatuan. Masalahnya ini kan pedagang jam 13.00 Wita atau jam 14.00 Wita baru buka. Persaingan apa kalau kita bicara di Bangli. Relokasi ini berlaku untuk seluruh pedagang senggol, baik kuliner maupun pedagang pakaian. Mereka akan ditempatkan di bawah,” tegasnya.

Dari pertemuan itu pula, seluruh pedagang senggol telah berkomitmen untuk pindah. Total terdapat 40 pedagang senggol yang nantinya menempati areal terminal Pasal Loka Crana. Adanya komitmen ini, Dewa kantor mengatakan pihaknya tidak akan melibatkan Satpol PP. Ia menambahkan untuk proses pemindahan pihaknya memberikan tenggang waktu hingga sepekan ke depan.

Masalah lain yang ada yakni soal kebersihan. Dewa Kantor tidak memungkiri lokasi yang akan ditempati para pedagang senggol ini tergolong masih berdebu. Pihaknya mengaku akan segera berkoordinasi dengan Damkar Bangli untuk melakukan penyemprotan sebagai langkah antisipasi.

“Rencananya hari Kamis besok kami akan kembali mengundang perwakilan pedagang senggol kembali untuk mencari tahu apakah ada permasalahan lagi. Terutama dalam pertemuan tadi, yang masih menjadi masalah adalah soal listrik dan air. Terkait hal ini kami akan segera memfasilitasi, sedangkan pengelolaannya kami serahkan ke para pedagang senggol sehingga jelas biayanya,” ucap dia. (mer)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ni Ketut Sudiani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved