Siapkan Ranperda, Pemprov Akan Beri Insentif untuk Masyarakat yang Pertahankan Bangunan Tradisional

Pemberian insentif merupakan upaya pemerintah agar masyarakat mau mempertahankan ketradisionalan bangunan rumahnya.

Siapkan Ranperda, Pemprov Akan Beri Insentif untuk Masyarakat yang Pertahankan Bangunan Tradisional
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Suasana kegiatan sosialisasi publik II yang digelar Dinas PERKIM Provinsi Bali dalam rangka merancang penyusunan Ranperda Rencana Pembangunan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) di Aula Graha Sarwa Guna I, Kantor LPMP Provinsi Bali, Senin (2/12/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR-Pemerintah Provinsi Bali sedang mempersiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP).

Anggota Kelompok Ahli Bidang Pembangunan Pemprov Bali, Putu Dana Pariawan Salain mengatakan penyusunan Ranperda bertujuan menjabarkan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali dalam membangun Bali, tahun 2018-2023. 

Dalam visi misi tersebut memprioritaskan tiga hal penting, terkait  dengan upaya memberikan perlindungan terhadap manusia, alam dan budaya Bali.

Potongan Capai 50 Persen, Dewan Badung Minta Tambahan Penghasilan Pegawai untuk ASN Tak Dipangkas

Soal Rumor Melatih Timnas, Ini Program Penting Teco untuk Indonesia Prestasi di Piala Dunia U - 20

WN Peru yang Selundupkan 950 Gram Kokain dengan Cara Ditelan, Diganjar 17 Tahun Penjara

“Karena kita tahu bahwa rumah, perumahan dan kawasan permukiman sangat kental hubungannya dengan pembentukan perilaku, karakter hingga mengubah budaya,” kata Dana usai kegiatan sosialisasi publik II dalam rangka merancang penyusunan Ranperda RP3KP, di Aula Graha Sarwa Guna I, Kantor LPMP Provinsi Bali, Senin (2/12/2019).

 
Ia menambahkan dalam ranperda akan dimasukkan pasal mengenai pemberian insentif bagi masyarakat Bali yang mau mempertahankan bangunan tradisional Bali.

 
Pemberian insentif merupakan upaya pemerintah agar masyarakat mau mempertahankan ketradisionalan bangunan rumahnya.

Salah satu bentuk insentif yang ditawarkan adalah tanah atau tegak umah dibebaskan dari pengenaan pajak atau tidak perlu mengajukan IMB.

 
“Bentuk insentif jangan selalu diartikan pemberian uang, tapi kemudahan dan keringanan juga bentuk insentif,” ujarnya.

Rasakan Sensasi Melayang Saat Naik Karpet Aladdin di Surya Bintang Swing

Tak Diundang Ke Reuni 212, Prabowo Subianto Katakan Ini Kepada Eks Relawan Prabowo-Sandi

Mungkinkah Bangun Apartemen dan Rusun Secara Massal di Bali? Pemprov Masih Mengkaji

 
Di sisi lain diketahui bahwa budaya itu merupakan salah satu penguat daya tarik untuk mengembangkan pariwisata Bali.

Oleh karena itu, di Kementerian Dalam Negeri pun sudah diapresiasi karena Ranperda RP3KP ini dianggap sudah memasukkan unsur pembelaan terhadap kearifan lokal melalui rumah tradisional Bali.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved