Hujan Mengguyur Bali
Musim Hujan Mulai Datang, Waspadai Demam Berdarah Sejak Dini
Memasuki musim penghujan yang kini mulai mengguyur Bali, Dinas Kesehatan mengimbau warga mulai waspada ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue
Penulis: eurazmy | Editor: Irma Budiarti
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr Luh Putu Sri Armini mengatakan, air hujan yang menggenang selama lebih dari satu minggu berpotensi tinggi menjadi perindukan nyamuk.
• Pemain Bali United Miftahul Hamdi Diminati Persiraja Banda Aceh, Bicara 4 Mata dengan Yabes Tanuri
• Bek Bali United Haudi Abdillah Akan Dimainkan Kontra Persipura Jayapura, Fight Demi Nama Bali
Ia menambahkan, bila ada penampungan air yang sulit dikuras, hendaknya diberi bubuk abate yang bisa didapat gratis di puskesmas terdekat.
"Rajin-rajin menguras tempat penampungan air. Segera ke puskesmas atau tempat pelayanan kesehatan terdekat bila mengetahui gejala DBD, seperti panas tinggi, sakit kepala dan mual-mual," imbaunya.
Sementara, upaya fogging atau pengasapan dalam hal ini menurut dia tidak maksimal jika masih ada genangan air di sekitar rumah.
Asap fogging hanya mampu membunuh nyamuk dewasa.
"Kalau jentiknya tetap ada sampai kapan kami harus nyemprot. Jadi yang penting adalah berantas jentiknya. Jentik hilang, nyamuk pun hilang," tegasnya.
Diimbau, warga agar selalu menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit ini.
"Dengan hidup bersih, perkembangbiakan nyamuk ini bisa ditekan. Selain itu, warga juga berharap pemerintah agar melakukan fogging di desa mereka untuk memberantas peredaran nyamuk," imbaunya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/petugas-dinas-kesehatan-dibantu-personel-tni-tampak-mulai-melakukam-fogging.jpg)