Januari 2020 Kartu Tani Dibagikan di Buleleng, Petani Bakal Lebih Mudah Peroleh Pupuk Bersubsidi

Mulai Januari 2020, Dinas Pertanian Buleleng bekerja sama dengan salah satu bank, membagikan kartu tani untuk para petani sawah di Buleleng.

Januari 2020 Kartu Tani Dibagikan di Buleleng, Petani Bakal Lebih Mudah Peroleh Pupuk Bersubsidi
Tribun Bali/I Putu Supartika
Ilustrasi persawahan. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Mulai Januari 2020, Dinas Pertanian Buleleng bekerja sama dengan salah satu bank, membagikan kartu tani untuk para petani sawah di Buleleng.

Kartu ini bisa digunakan untuk memperoleh pupuk bersubsidi, serta mencari Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bisa dibayar setelah masa panen.

Kepala Bidang PSP Dinas Pertanian Buleleng, Gede Arya Citra mengatakan, bila sudah mengantongi kartu tani, maka para pertani bisa lebih mudah untuk memperoleh pupuk bersubsidi.

Sebab data para petani seperti NIK maupun luas lahan sawah yang dimiliki bisa langsung terbaca.

Sehingga pemerintah juga lebih mudah untuk memberikan bantuan kepada petani.

Beredar Info 8 Ekor Babi Mati Mendadak di Denpasar, Begini Kata Kadis Pertanian Kota Denpasar

"Jadi kartunya tinggal digesek di kios di masing-masing desa yang sudah bekerjasama dengan pemerintah dan bank. Data-data petani langsung bisa terbaca. Kelihatan di data itu berapa jatah pupuk yang didapat setiap musim tanam. Namun data berapa jumlah petani yang akan memperoleh kartu tani ini ada di bank," katanya.

Arya menjelaskan, kartu tani ini merupakan program dari pemerintah pusat, bertujuan agar segala bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Pasalnya, pupuk bersubsidi kerap disalahgunakan oleh para oknum.

Upayakan Pertanian Ramah Lingkungan, Klungkung Kendalikan Hama Tikus dengan Burung Hantu

Selain melalui kartu tani, pengawasan juga dilakukan dengan menurunkan tim verifikasi di masing-masing kecamatan.

"Belum ada bukti sih, tapi infonya pupuk urea yang disubsidi ini sering digunakan di tambak untuk makanan plankton," ucapnya.

Sejak Januari hingga November, Arya menyebutkan, pupuk bersubsidi jenis urea sudah 85 persen dialokasikan untuk petani.

Sementara pupuk NPK sudah 99 persen, SP36 61 persen, dan organik 66 persen. Pupuk organik diakui Arya masih jarang digunakan oleh para petani di Buleleng.

Sebanyak 230,6 Hektar Lahan Pertanian di Denpasar Menyusut, Ini Rinciannya

Hal ini disebabkan karena para petani belum terbiasa untuk menggunakannya.

Tahun depan, pemerintah menargetkan akan meningkatkan penggunaan pupuk organik, utamanya khusus untuk para petani padi, jagung, kedelai, bawang dan cabai.

"Memang belum dialokasikan semua, artinya masih ada sisa karena musim hujan ini datangnya terlambat. Sementara petani yang sudah menerima pupuk bersubsidi ini diwajibkan untuk segera digunakan. Tidak boleh disimpan. Jadi masih tersisa, dan itu masih bisa digunakan untuk tahun depan," tutupnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved