Breaking News:

Dituntut 15 Tahun Penjara, Begini Perjalanan Kasus yang Membelit Mantan Wagub Bali Sudikerta

Ia dituntut 15 tahun penjara karena dinilai bersalah melakukan penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp 150 miliar.

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
TAWA SUDIKERTA - Mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta, tertawa usai sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (12/9/2019). Sudikerta saat menjalani persidangan terkait dugaan pencucian uang, penipuan atau penggelapan dan pemalsuan senilai Rp 150 miliar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta, dituntut penjara 15 tahun oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (12/12/2019).

Ia dituntut 15 tahun penjara karena dinilai bersalah melakukan penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp 150 miliar.

Korbannya adalah bos PT Maspion Surabaya, Alim Markus.

Bagaimana perjalanan kasus yang membelit Sudikerta yang juga mantan Ketua DPD Golkar Bali tersebut?

1. Ditetapkan Sebagai Tersangka
Sudikerta ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan tanah senilai Rp 150 miliar di Jimbaran, Kuta Selatan, Badung oleh Polda Bali melalui Ditreskrimsus Polda Bali.

Penetapan tersangka tersebut berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan yang dikeluarkan Ditreskrimsus Polda Bali, Jumat (30/11/2018).

2.  Dilengserkan sebagai Ketua DPD Golkar Bali
Tak lama berselang, penetapan Sudikerta sebagai tersangka itu langsung direspons oleh Partai Golkar.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar mengambil langkah cepat menyikapi penetapan tersangka Ketua DPD I Golkar Bali, Ketut Sudikerta.

DPP Golkar memutuskan melengserkan Sudikerta dan menunjuk Gde Sumarjaya Linggih alias Demer sebagai Plt Ketua DPD Golkar Bali pada Selasa (4/12/2018).

3.  Diperiksa sebagai Tersangka
Sebulan setelah ditetapkan sebagai tersangka, Sudikerta dijadwalkan dipanggil Ditreskrimsus Polda Bali, pada Senin (10/12/2018).

Halaman
1234
Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved