Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali Paradise

Menikmati Babi Guling Pak Dobil di Nusa Dua Bali

Salah satu warung yang sangat terkenal yakni Warung Sari Dewi, yang lebih dikenal dengan Warung Pak Dobil

Penulis: Rizal Fanany | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Rizal Fanany
Menikmati Babi Guling Pak Dobil di Nusa Dua Bali 

Menikmati Babi Guling Pak Dobil di Nusa Dua Bali

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bali memang sangat terkenal dengan kuliner khasnya.

Salah satunya yakni kuliner babi, mulai dari babi guling, sate babi, lawar babi, krupuk babi dan banyak lagi olahan daging babi.

Hampir di setiap daerah di Bali, wisatawan akan menjumpai kuliner Be Guling.

Salah satu warung yang sangat terkenal yakni Warung Sari Dewi, yang lebih dikenal dengan Warung Pak Dobil di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali.

Memiliki konsep yang sangat sederhana dengan bangunan khas Bali.

Para pekerjanya dari keluarga dan saudara-saudara Pak Dobil.

Ketut Darti, istri Pak Dobil menceritakan, awalnya ia berjualan nasi campur keliling pada tahun 1975.

"Saat itu tahun 75-an saya jualan kelilling nasi campur di sekitaran Nusa Dua. Pada tahun 80-an mulai berjualan babi guling di rumah," ungakpnya.

Hindari Kendaraan, WNA Inggris Tabrak Sepeda Motor yang Terparkir di Sedap Malam, Denpasar

10 Gejala Gangguan Mental Pada Anak Yang Perlu Diwaspadai

Soal nama warungnya yang lebih dikenal dengan sebutan Pak Dobil, ia menjelaskan bahwa Pak Dobil memiliki banyak kolega dan setiap ada waktu teman-temannya diajak mampir ke warungnya, sehingga lama-kelamaan nama warung Sari Dewi lebih dikenal dengan nama Pak Dobil.

Dalam sehari, Warung Pak Dobil bisa menghabiskan 4-5 ekor babi guling dengan ukuran 50 kilogram per babi.

Untuk bumbunya, babi guling Pak Dobil menggunakan base genep (bumbu genap).

Sebelum dipanggang, babi ddibersihkan pada bagian luar, kemudian isi perut babi dikeluarkan, dan diisi dengan base genep.

Setelah itu babi dipanggang di atas api sedang, selama kurang lebih 2,5 jam hingga berwarna kuning kecokelatan.

Sebagian besar pengunjung masih didominasi warga sekitar dan wisatawan domestik, namun juga tak jarang wisatawan asing mencicipi masakan kuliner khas Bali ini.

Telepon Umum di Denpasar, Nasibmu Kini

Lakukan Hobi di Tengah Kesibukan? Ini Manfaatnya

"Rata-rata yang ke sini orang Bali sendiri, sama wisatawan domestik, kalau wisaatwan asing banyak dari China, dan Jepang," jelasnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved