Diharap Bisa Bersaing dengan Toko Modern, Revitalisasi Pasar Banyuasri Target Rampung Desember 2020
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, pasar tradisional selama ini kalah bersaing dengam pasar modern, sebab pasar tradisional terkesan kum
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Revitalisasi Pasar Banyuasri ditargetkan rampung hingga Desember 2020 mendatang.
Pasar ini dibangun dengan konsep semi modern, sehingga diharapkan bisa bersaing dengan toko-toko modern lainnya yang keberedaannya kian menjamur di wilayah Buleleng.
Revitaliasasi Pasar Banyuasri ini ditargetkan rampung hingga Desember 2020 mendatang.
Pengerjaannya dilakukan oleh PT Tunas Jaya Sanur, dengan pagu anggaran Rp 180 Miliar yang bersumber dari APBD Buleleng, serta bantuan dana dari Provinsi Bali dan Kabupaten Badung.
Pasar berlantai tiga dengan luas 20400 meter persegi ini nantinya memiliki los sebanyak 796 unit, kios 184 unit, lapak mobil 36 unit, lapak tumpah 432 unit, serta ruko 92 unit.
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, pasar tradisional selama ini kalah bersaing dengam pasar modern, sebab pasar tradisional terkesan kumuh.
• Sistem Pengupahan Per Jam Dalam RUU Omnibus Law Bisa Menjadi Madu Dan Racun
• Kasus Perceraian di Karangasem Meningkat 20 Persen, 50 Persen Dipicu Medsos
Untuk itu, ia berharap dengan merevitalisasi Pasar Banyuasri ini, bisa menarik kembali minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional, sebab sudah didesain semi modern.
Ia juga menegaskan setelah direvitalisasi, Pasar Banyuasri ini bisa beroperasi selama 24 jam.
"Saya ingin kota kita ini hidup sepanjang hari. Pasar Banyuasri ini nanti bisa beroperasi selam 24 jam. Dengan adanya pasar ini, bukan jadi pusat interkasi ekonomi saja namun juga bisa dijadikan sebagai objek city tour. Kebersihannya selalu dijaga sehingga masyarakat yang berbelanja itu nyaman."
"Saya juga sudah ingatkan PD Pasar agar pengelolaanya benar-benar dijaga. Saya tidak mau ada isu jual beli los," terangnya ditemui seusai menghadiri acara peletakan batu pertama revitaliasasi pasar Banyuasri, Jumat (27/12/2019).
Sementara pihak kontraktor dalam hal ini Direktur Utama PT Tunas Jaya Sanur, I Made Budi Admika mengaku optimis dapat menyelesaikan revitalisasi pasar Banyuasri ini hingga desember 2020 mendatang.
"Waktunya sangat mencukupi. Saat tender kami sudah menyiapkan metode kerja konturksi untuk pasar ini. Kami juga didukung dengan peralatan terbaru, sehingga pengerjaan bisa tepat waktu, tepat mutu dan biaya," katanya.
Admika menjelaskan, pengerjaan saat ini sudah memasuki tahap pengurugan yang diperkirakan selesai hingga 31 Desember 2019.
• Dari 692 Sanggahan CPNS Kota Denpasar yang Masuk, 156 Akhirnya Diloloskan
• UNBK Tahun Pelajaran 2019/2020 Jadi yang Terakhir, Berikut Jadwal Lengkapnya
Setelah pengurugan selesai, dilanjutkan dengan pemasangan tiang pancang sebanyak 900 titik.
Admika pun optimis, usia bangunan ini bisa bertahan hingga lebih dari 30 tahun.
"Kami mengikuti spesifikasi dari pihak perecana. Secara teknis kami laksanakan apa yang tertuang di dokumen kontrak. Secara umum bangunan bisa bertahan 30 tahun untuk nilai ekonomisnya. Dan untuk bangunan ini mungkin bisa lebih dari 30 tahun. Mungkin ya," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bupati-buleleng-bersama-forum-koordinasi-pimpinan-daerah-buleleng.jpg)