Jalur-jalur di Denpasar Ini Terendam Parah Pasca Hujan, BPBD: Drainase Menyempit, Banyak Sampahnya
arusnya juga cukup deras sehingga membuat pengendara motor berhati-hati saat menerjang genangan air.
Penulis: eurazmy | Editor: Huda Miftachul Huda
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hujan deras yang mengguyur Kota Denpasar di awal tahun 2020 menyebabkan sejumlah titik ruas jalan terendam genangan banjir.
Pantauan Tribun Bali, sejumlah ruas jalan seperti di Jalan Letda Ngurah Putra, Jalan Ratna, Jalan Tukad Gangga, Jalan Kecubung, Jalan Kenyeri, Jalan Tukad Yeh Aya tergenang terendam air.
Pantauan genangan air bahkan cukup parah terjadi di Jalan Tukad Yeh Aya, tepatnya jalan satu arah di perempatan Jalan Tukad Batanghari.
Tinggi genangan air mencapai setengah lutut orang dewasa.
• Takut Dihanyutkan Banjir, Nano Bubble di Tukad Badung Denpasar Dicabut
• Pemkab Jembrana Minta ASN Tanggap Bencana Banjir
Tak hanya itu, arusnya juga cukup deras sehingga membuat pengendara motor berhati-hati saat menerjang genangan air.
Sejumlah motor bebek keluaran lama terpantau mengalami mogok saat melewati jalan ini.
Kepala Pusdalops BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwimbawa mengatakan, meski terjadi genangan banjir di sejumlah titik Denpasar, hingga saat ini belum ada laporan warga untuk mengevakuasi korban banjir.
''Sementara belum ada laporan korban banjir atau terdampak banjir,'' katanya dikonfirmasi Rabu (1/1/2020).
Menurut dia, genangan banjir ini rutin terjadi terlebih saat musim hujan dengan curah tinggi di Bulan Desember.
Ditambah dengan menyempitnya saluran drainase dan diperparah dengan sumbatan sampah.
''Yang parah ada di Jalan Tukad Gangga dan Jalan Ratna, itu karena sumbatan sampah,'' ujarnya.
• 10 Jenis Makanan yang Cocok Disantap Saat Musim Hujan
• 6 Hal yang Perlu Dilakukan Saat Berwisata Pada Musim Hujan
• 5 Lagu Indie yang Asyik Diputar Saat Hujan Turun di Awal Tahun 2020
Pantauan Tribun Bali, sumbatan sampah terjadi di sungai depan Gedung Keuangan Negara Renon sehingga membuat air sungai meluap dan meluber hingga ke jalan.
Rohim, pedagang di Jalan Letda Ngurah Putra juga mengaku genangan sering terjadi jika menjelang hujan.
Artinya, setiap tahun sudah dipastikan jalan di depan tokonya akan banjir genangan.
''Setiap hujan ya pasti gini, makanya disini bangunannya lebih tinggi dari jalan,'' katanya.
Terlebih, saat ini pembangunan jalan juga lebih mementingkan pengerasan jalan tanpa memperbanyak lubang resapan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jalur-terendam.jpg)