Masa Seusai Liburan Dapat Timbulkan Depresi, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya
Beberapa ahli mengatakan ada depresi setelah liburan yang dirasakan beberapa orang. Post-holiday syndrome biasa terjadi pada orang seusai liburan
Sindrom depresi setelah liburan ini tidak perlu dikhawatirkan. Ada beberapa cara pemulihan selain konseling dan dukungan keluarga. Berikut caranya.
• Ingin Lebih Produktif? 4 Hal Ini Bisa Dilakukan Mulai Tahun Baru
• Selain Pekerja Kreatif, 7 Profesi Ini Paling Dibutuhkan di Tahun 2020
- Buatlah rencana
Membuat rencana jadwal liburan itu penting. Gunakan waktu yang tepat di sela kesibukan untuk menghubungi teman maupun keluarga saat akan berlibur.
- Ciptakan pilihan yang sehat
Gaya hidup sehat bermanfaat untuk menghilangkan stress saat masa liburan kurang berkualitas.
Olahraga teratur dan makanan bergizi dapat menjaga diri dari depresi kelanjutan.
- Tetap bersosialisasi
Mengobrol bersama teman dan keluarga bisa jadi pilihan menyenangkan setelah sibuk dengan berbagai rutinitas kerja.
• Dijepret Ratusan Kali, Ini Trik Keluarga Kerajaan Inggris agar Terlihat Sempurna Saat Difoto
Rasa kesepian seringkali muncul ketika sendiri apalagi saat bekerja. Menjaga komunikasi bersama orang dekat dapat menghindari sindrom pasca liburan.
- Carilah bantuan
Cari bantuan misal konsultasi ke psikologi, cerita pada keluarga maupun teman dekat. Menelepon kerabat jauh melalui telepon bisa menjadi pilihan untuk mengurangi sindrom pasca liburan. (*)
(Tribunjogja.com | Dwi Latifatul Fajri)
Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Kenali Post-Holiday Syndrome, Depresi yang Terjadi Setelah Masa Libur Berakhir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-liburan.jpg)