Awal Tahun 2020 Harga Rokok Naik, Perokok di Bali: Kalau Sampai Rp 50 Ribu Berhenti

Ia masih setia dengan rokok merk Marlboro, dan dengan kenaikan harga rokok ini dirinya tidak berpikir untuk berpaling

Penulis: Putu Supartika | Editor: Eviera Paramita Sandi
kompas.com
Ilustrasi 

 TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Awal tahun 2020 ini, harga rokok naik dikarenakan naiknya tarif cukai rokok.

Perokok pun mulai memutar otak untuk bisa membeli rokok.

Bahkan ada yang mulai menyusun strategi untuk mengatasi hal ini.

Walaupun demikian, ada juga yang menganggap kenaikan rokok sebagai hal yang biasa.

Tarif Cukai Rokok Naik 2020, Para Perokok Wajib Tahu Soal Pajak Dan Harga Jual Eceran Terbaru

Seperti halnya seorang perokok di Bali, Sumahardika mengaku kenaikan rokok ini merupakan hal biasa.

"Orang harga rokok itu sudah sering naik. Dulu dari harga Rp 9.500, naik Rp 10.000, Rp 12.000, dan sampai sekarang kan sampai Rp 30.000-an. Ya bagi saya tidak ada masalah karena sudah biasa," kata Sumahardika, Kamis (2/1/2020).

Dari awal merokok hingga kini ia masih setia dengan rokok merk Marlboro, dan dengan kenaikan harga rokok ini dirinya tidak berpikir untuk berpaling ke merk rokok lain.

"Ya masih sampai sekarang Marlboro. Paling kalau tak punya uang baru beli rokok lintingan di pasar," katanya sambil tertawa.

Berbeda dengan Sumahardika, perokok lain, Rizal Fanani mengaku keberatan dengan naiknya harga rokok ini.

"Iya gimana, pasti agak keberatan. Gaji paspasan, merantau pula. Sekarang rokok Marlboro putih saya beli Rp 30 ribu, dan informasinya setelah ini mau naik lagi," kata Rizal.

Ia mengatakan beberapa bulan terakhir harga rokok Marlboro sudah beberapa kali mengalami kenaikan.

"Kalau tidak salah, November 2019 naik dari Rp 25 ribu ke Rp 28 ribu. Setelahnya naik lagi menjadi Rp 28 ribu awal Desember. Dan mulai empat hari lalu naik jadi Rp 30 riu," katanya.

Ia mengaku dalam sehari dirinya bisa menghabiskan satu hingga satu setengah bungkus rokok perharinya.

Walaupun demikian, dirinya juga tak mau berpaling ke rokok lain.

"Ya saya kan setia (pakai Marlboro). Kalau nanti harga rokok sudah sampai Rp 50 ribu lebih mungkin saya mulai berpikir untuk tidak merokok lagi," katanya.

Keberatan dengan kenaikan harga rokok ini juga disampaikan perokok lain, Yuda.

Namun dengan kenaikan harga ini, dirinya berencana untuk mengurangi menghisap rokok.

"Kalau pindah rokok kan nggak mungkin, soalnya beda taste-nya. Ya paling mengurangi saja, kalau biasanya sehari satu bungkus, sekarang setengah bungkus," katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved