Hipertensi Pasca Kehamilan Jadi Momok untuk Ibu Hamil

Nah ternyata, hipertensi dan kehamilan dalam medis nyatanya memiliki korelasi dan bahkan berpotensi risiko kematian pada ibu.

Penulis: eurazmy | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN BALI/NOVIANA WINDRI
Dokter spesialis kandungan RSUD Wangaya, dr. AA Eka Wardani, 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Lina mantan istri pelawak Sule meninggal dunia di Rumah Sakit Al Islam, Sabtu (4/1/2020) kemarin.

Kuasa Hukum Lina, Abdurrahman kepada awak media menyebutkan penyebab kematian almarhum bukan karena penyakit jantung.

Melainkan karena penyakit komplikasi yang berhubungan dengan hipertensi dan lambung.

"Posisinya sih tidak seperti itu (bukan meninggal karena penyakit jantung) ya. Jadi, itu kan yang jelas lambung sama darah tinggi," kata Abdurrahman.

Selain hipertensi, Lina juga disebutkan tengah dalam kondisi pasca persalinan sebulan yang lalu.

Nah ternyata, hipertensi dan kehamilan dalam medis nyatanya memiliki korelasi dan bahkan berpotensi risiko kematian pada ibu.

Selain Lina Mantan Istri Sule, Berikut Deretan Artis Meninggal Dunia Tinggalkan Anak yang Masih Bayi

Firasat Aneh & Pesan Terakhir Lina Kepada Rizky Febian: Obrolan Mama Menjurus & Cerita Lihat Surga

Dokter spesialis kandungan RSUD Wangaya Denpasar, dr. AA Eka Wardani menyebutkan bahwa hipertensi pada kehamilan dan persalinan memang rentan terjadi risiko.

Dalam kasus Lina, bisa jadi almarhum mengalami keracunan kehamilan atau istilahnya Preeklampsia Berat (PEB)

Preeklampsia adalah komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan berpotensi berbahaya.

''Hipertensi pada kehamilan itu yang disertai hasil lab urine dengan protein yang positif namanya keracunan kehamilan atau istilahnya Preekkampsia berat (PEB),'' ungkapnya saat dihubungi Tribun Bali.

Kendati begitu, hal ini masih harus dipastikan lebih dulu terkait riwayat medis sebelum dan sesudah persalinannya.

Risiko (PEB) salah satunya bisa eklampsia (kejang-kejang) dan bahkan bisa meningkatkan risiko terjadi gagal jantung (kardiomiopati).

Risiko-risiko ini bahkan masih cukup tinggi bahkan meski sudah dalam proses pasca persalinan hingga selama 28 hari.

Teddy Ungkap Kondisi Terakhir Lina Zubaedah Sebelum Meninggal Dunia, Selesai Menyusui Lalu Pingsan

Suka Nonton Drama Korea ? Ini 5 Drama Korea yang Akan Tayang di Januari 2020

Sejumlah riset bahkan menyebutkan, eklampsia terjadi saat pasca melahirkan sebanyak 79 persen.

Sementara, terkait dugaan lain penyebab kematian Lina akibat serangan jantung jenis infark miocard, dikatakan Eka sebenarnya bisa saja terjadi.

''Namun kemungkinannya kecil, karena jarang wanita sebelum menopause kena sakit jantung jenis ini (infark miocard), karena hormon estrogennya masih melindungi,'' paparnya.

Sebab itu, bagi anda ibu hamil sebaiknga perlu waspada dan berhati-hati, terutama bagi yang memiliki riwayat hipertensi.

Rutinlah dalam melakukan pengecekan tekanan darah dan kehamilan serta patuh mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved