Warga Desa Pengambengan Tetap Tolak Pembangunan Pabrik Limbah B3, Dampak yang Muncul Akan Negatif

Warga Desa Pengambengan Tetap Tolak Pembangunan Pabrik Limbah B3 Medis , Dampak yang Muncul Akan Negatif

Warga Desa Pengambengan Tetap Tolak Pembangunan Pabrik Limbah B3, Dampak yang Muncul Akan Negatif
Tribun Bali/Eurazmi
Ilustrasi Foto Limbah. Air Tukad Badung berwarna merah darah karena tercemar limbah, Selasa (26/11/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - PT Klin terus berupaya untuk memperoleh ijin pembangunan Pabrik Limbah B3 Medis di Desa Pengambengan, Jembrana, Bali.

Rencana itu pun mendapat penolakan dari warga.

Dari hasil pertemuan dan aspirasi warga ke Desa, sebagian besar menolak.

Kepala Desa Pengambengan, Kamaruzzaman mengatakan, aspirasi warga menolak pembangunan pabrik.

Dua Keluarga di Jembrana Angkat Kaki Dari Penerima Program Keluarga Harapan, Keluar Secara Sukarela

Limbah dan Sampah di ABG Gilimanuk Dikeluhkan Warga

Warga Desa Pengambengan Jembrana Tolak Rencana Pembangunan Pabrik Pengolahan Limbah B3

Bahkan, tokoh-tokoh menolak limbah medis.

Alasannya, ialah pertimbangan supaya desa tidak jadi tempat sampah.

Apalagi limbah B3 cukup berbahaya.

"Bila kawasan desa dijadikan tempat sampah maka dampak yang muncul pasti juga akan negatif bagi masyarakat. Itu alasan warga dan tokoh masyarakat," ucapnya Selasa (7/1/2020).

Menurut dia, bahwa pabrik itu akan berdampak pada kesehatan.

Dan dari informasi ada dua perusahan yang akan mendirikan pabrik limbah medis.

Bahkan sudah ada yang serius hingga membeli tanah warga di salah satu dusun di Pengambengan seluas 1,6 Hektare.

"Setelah kita konfirmasi kepada beberapa tokoh itu, tidak pernah menyatakan menerima. Tetapi itu merupakan daftar hadir," jelasnya. (*).

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved