Breaking News:

Akan Memasuki Sasih Kaulu, Cok Ace Imbau Masyarakat Bali Waspadai Potensi Bencana

Akan Memasuki Sasih Kaulu, Cok Ace Imbau Masyarakat Bali Waspadai Potensi Bencana, Ada Kombinasi Antara Hujan dan Angin.

Gambar oleh Greg Bierer dari Pixabay
Foto Ilustrasi Hujan Petir 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Masyarakat Bali patut mewaspadai cuaca ekstrem yang belakangan ini terjadi di Bali.

Apalagi disejumlah kabupaten/kota telah terkena dampak, antara lain banyak pohon tumbang akibat diterjang angin kencang. 

Bahkan, di beberapa daerah di luar Bali sudah terjadi banjir dan tanah longsor. 

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan, cuaca ekstrem itu merupakan pertanda bahwa saat ini akan memasuki Sasih Kaulu. 

Cuaca Ekstrem, Wahana Watersports Tanjung Benoa Bali Berlakukan Sistem Buka Tutup

BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Masih Melanda Bali Selama Satu Pekan ke Depan

 “Karena lamanya musim kemarau dulu, sekarang memasuki musim hujan lebat, kalau di Bali namanya sasih kawulu disertai angin yang cukup kencang. Jadi ada kombinasi antara hujan dan angin,” kata Cok Ace di Denpasar, Jumat (10/1/2019).

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa kombinasi antara hujan dan angin itu akan berlangsung pada bulan Januari sampai Februari 2020.

Atas kondisi tersebut, bahkan kini di beberapa daerah di Indonesia telah terjadi banjir dan tanah longsor. 

“Tentu kami berharap masyarakat Bali khususnya lebih aware dan hati-hati dengan melihat saluran-saluran dalam rumah tangga, terutama mereka yang tinggal di daerah pegunungan atau daerah yang ada tebingnya,” imbaunya.

Sebab dulu waktu musim kemarau pasti banyak yang mengalami retak.

Sekarang memasuki musim hujan, biasanya yang sudah retak ini berpotensi menimbulkan longsor. 

“Walaupun tidak longsor besar, tetapi ini juga berpotensi melongsorkan minimal rumah tinggalnya sendiri,” ujarnya.

Selain itu, Cok Ace mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat musim hujan terhadap kemungkinan pohon tumbang, dan hati-hati terhadap sambaran petir.

Masyarakat diminta menghindari tempat-tempat yang berpotensi ada sambaran petir, misalnya tenda, tempat-tempat yang ada besinya, termasuk berhati-hati saat membawa alat-alat pertanian ke sawah.

“Kami berharap agar masyarakat lebih waspada terhadap aktifitas maupun kondisi alam yang berpotensi bencana,” harap penglingsir Puri Ubud ini.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved