Kepala BNPB Kaitkan Kebencanaan dengan Pentahelix, Apa Itu?
Sejak dilantik menjadi Kepala BNPB Danjen Kopassus Doni Monardo sudah banyak bicara tentang penanganan kebencanaan menggunakan konsep sinergis Pentahe
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Dua unsur itu yakni, jiwa gotong royong dan semangat untuk berbuat baik. Jadilah trisula sinergi (pentahelix), gotong royong, dan semangat berbuat baik.
Ia mengingatkan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, yang kemudian dirumuskan menjadi Pancasila.
Dalam pidato itu, Bung Karno menawarkan konsep ideologi negara, lima jumlahnya.
• Wakapolda Bali Buka Acara Regional Counterterrorism Course
Dari yang lima, bisa diperas menjadi tiga, bahkan bisa diperas lagi menjadi satu. Lima sila menjadi satu, disebut gotong royong.
“Sebuah jiwa bangsa Indonesia. Tradisi bangsa yang tidak ada di bangsa-bangsa lain. Gotong royong adalah murni jadi diri bangsa Indonesia, dan saya percaya jika itu jiwa maka tidak akan pernah luntur. Kita hanya perlu mengasah,” imbuh Doni.
Ruh gotong royong, tidak melulu kerjasama, dan tidak cukup dengan penjabaran sinergi.
Di dalam spirit gotong royong, terdapat pengertian tulus-ikhlas, ringan sama dijinjing-berat sama dipikul, rela berkorban, tanpa pamrih.
“Karena itu, pentahelix dalam praktiknya adalah semangat jiwa gotong royong,” kata prajurit yang dikenal peduli lingkungan itu.
Doni kembali menyitir, betapa kata gotong royong memiliki makna magis bagi bangsa Indonesia.
Saat itu, Bung Karno berkata, “Gotong-royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Holopis kuntul baris buat kepentingan bersama. Dari semua untuk semua,” ujar Doni mengutip Bung Karno.(*)