Fungsi Rekrutmen Politik Belum Baik, Dewa Palguna: Ada Oligarki Partai

Mantan Hakim MK, I Dewa Gede Palguna menyebutkan pasrtai politik saat ini belum menjalankan fungsinya dalam hal rekrutmen politik

Fungsi Rekrutmen Politik Belum Baik, Dewa Palguna: Ada Oligarki Partai
Tribun Bali/Putu Supartika
I Dewa Gede Palguna di Fakultas Hukum Unud 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mantan Hakim MK, I Dewa Gede Palguna menyebutkan pasrtai politik saat ini belum menjalankan fungsinya dalam hal rekrutmen politik, khususnya dalam pencalonan kepala daerah.

Bahkan dalam hal kaderisasi pun masih dinilai kurang.

Hal ini karena masih ada yang mencalonkan calon-calon yang buruk padahal masih banyak yang lebih berkompeten.

"Ini soal kedewasaan partai, apakah partai politik sudah melakukan fungsi politiknya, itu belum berjalan, itu yang belum terjadi khususnya fungsi rekrutmen politik. Kaderisasi kan harusnya dilakukan, masak sudah tahu orang yang buruk itu yang jadi calon, artinya tidak ada prinsip meritokrasi dalam proses rekrutmen politik," katanya Selasa (14/1/2020) di Fakultas Hukum Unud. 

Ahok: Kita Harus Percaya Anies Baswedan itu Lebih Pintar Ngatasin Banjir

Kondisi Terkini Pekak Mayun, Korban Kecelakaan yang Terbakar Bensin Bawaannya 

Ia menilai hal ini bukan karena krisis calon yang berkualitas.

Namun lebih pada proses rekrutmen politik yang belum berjalan sesuai prinsip meritokrasi.

Saat ini, iapun melihat masih ada oligarki.

Bahkan kebanyakan partai politik yang mengajukan calon karena faktor kedekatan.

Dalam Keadaan Sepi, Rumah Pekak Dewa Rai Dilalap Si Jago Merah di Desa Kaliakah, Negara

Diseminasi IPEI, Ketimpangan dan Pengurangan Kemiskinan Jadi Perhatian di Bali

"Makanya ada oligarki partai saya bilang. Di situ bukan hasil survei ini yang terbaik menurut publik atau pilihan masyarakat bahwa integritasnya ada, kompetensinya ada, bukan itu yang dipilih tapi yang mana dekat dengan partai sehingga saya bilang ada problem oligarki di situ," ungkapnya.

"Kenapa dari sekian juta banyaknya orang, malah yang begitu buruknya dicalonkan," imbuhnya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved