Dua Orang Dewasa Digigit Anjing, Dinas PKP Bangli Katakan Sudah Ambil Sampel Otak

Dua Orang Dewasa Digigit Anjing, Dinas PKP Bangli Katakan Sudah Ambil Sampel Otak

Dua Orang Dewasa Digigit Anjing, Dinas PKP Bangli Katakan Sudah Ambil Sampel Otak
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Foto: Kabid Keswan Dinas PKP Bangli, Ni Nyoman Sri Rahayu 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Kasus gigitan anjing kembali terjadi di wilayah Bangli, Bali.

Dua orang dewasa tak luput menjadi korban.

Sementara dua anjing tersebut kini telah dieliminasi untuk diambil sampel otaknya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli, Ni Nyoman Sri Rahayu saat dikonfirmasi Selasa (14/1/2020) membenarkan ihwal adanya kasus gigitan tersebut.

Benny Tjokro Konglomerat di Indonesia yang Terseret Skandal Jiwasraya & Asabri, Harta Capai Rp 9,8 T

48 Anjing Divaksin di Sangkar Agung Jembrana, Kasus Gigitan 1 Anjing Positif Rabies 2020

6 Kebijakan Gubernur Koster Yang Diklaim Bisa Mengurangi Emisi Karbon di Bali

Ia mengungkapkan bahwa gigitan anjing itu terjadi pada Senin (13/1/2020) malam.

“Ada dua ekor anjing yang menggigit, dan seluruhnya merupakan anjing liar. Kejadian tersebut dilaporkan pada kami per hari ini, dan sudah mendapatkan pengananan. Kebetulan tim kami berhasil menemukan anjing tersebut,” katanya.

Berdasarkan informasi yang ia dapatkan, anjing tersebut menggigit warga saat tengah melintas di selatan Patung Pedanda yang terletak di Kelurahan Cempaga.

Terdapat dua korban yang mengalami gigitan, dan seluruhnya merupakan orang dewasa.

“Korban diantaranya Anak Agung Ngurah yang digigit pada bagian betis, serta Dayu Biang yang digigit pada bagian paha. Memang luka gigitan keduanya tidak pada bagian beresiko tinggi (resti). Namun luka tersebut cukup dalam,” ujarnya.

Disinggung adanya kecurigaan rabies, wanita yang juga seorang dokter hewan itu mengatakan sejatinya belum ada.

Sebab anjing tersebut belum menunjukkan gejala rabies, salah satunya takut sinar. Karenanya untuk mendapatkan kepastian, pihak dinas mengambil sampel otak anjing untuk dilakukan uji lab di Besar Veteriner (BBVet) Denpasar.

“Rencananya nanti sore akan diirimkan. Sehingga besok sudah ada hasilnya,” ucap Sri Rahayu. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved