Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Dinkes Bali Usul RSUP Sanglah Buka Layanan Operasi 24 Jam, Begini Jawaban Rumah Sakit  

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) mengusulkan agar Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah membuka layanan opera

Tayang:
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Anggota Komisi IX DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana bersama Direktur Utama RSUP Sanglah I Wayan Sudana saat berkeliling di RSUP Sanglah, Kamis (26/12/2019) 

Selain itu, ada juga pasien-pasien yang sudah dipanggil namun terdapat masalah di pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Masalahnya banyak. Jangan hanya melihat dari sisi rumah sakit. Kita juga harus melihat dari sisi pasiennya. Sanglah sudah merencanakan itu semua,” tuturnya.

Bahkan, kata dia, RSUP Sanglah sudah membuat jadwal pelayanan operasi ini seminggu sebelum waktu pasien menjalani operasi.

Listrik Tiba-Tiba Mati, Museum Semarajaya Klungkung Kekurangan Daya Listrik

Pihaknya mengaku setiap hari Jumat menyusun jadwal operasi yang akan digunakan untuk minggu depannya.

Per harinya, rata-rata terdapat hingga 40 pasien yang berencana melakukan operasinya.

Jam operasi biasanya dilaksanakan mulai pukul 07.30 pagi hingga sore hari sesuai dengan panjang operasi kepada pasien yang bersangkutan.

“Sekali lagi jangan hanya melihat dari satu sisi, banyak kendala yang harus kita ketahui kenapa ada antrean dan sebagainya,” tegasnya lagi.

Menurut dia, antrean operasi di suatu rumah sakit ini wajar dan ini terjadi hampir di seluruh rumah sakit termasuk di luar negeri.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Provinsi Bali Ketut Suarjaya mengatakan, jika seandainya RSUP Sanglah bisa melaksanakan pelayanan operasi selama 24 jam maka bisa mengurangi adanya jumlah antrean masyarakat yang melakukan operasi.

“Saya dari dulu juga mengajak Sanglah bagaimana kalau layanan operasinya itu kan bisa saja 24 jam kan, sehingga tidak cukup hanya sampai sore saja operasi selesai (atau) tutup,” kata Kepala Dinkes Provinsi Bali Ketut Suarjaya saat ditemui di Gedung DPRD Bali, Kamis (16/1/2020).

Menurut Suarjaya, RSUP Sanglah sebenarnya bisa melakukan hal tersebut karena memiliki dokter yang cukup banyak.

Sehingga, kata dia, pihak rumah sakit hanya tinggal mengatur jadwal dokter yang bersangkutan siapa yang shift pagi, siang dan seterusnya.

Di sisi lain, Suarjaya mengusulkan jika pelayanan operasi sudah bisa dilakukan selama 24 jam maka remunerasi kepada para dokter juga harus dinaikkan.

“Ini saya terus imbau kepada rumah sakit yang antreannya panjang, tolong dimaksimalkan peralatan yang ada (dan) SDM yang ada khususnya Sanglah,” tegas Suarjaya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved