Terindikasi DBD, 30 Warga Jembrana Dirawat Sejak Desember 2019

Ditambah saat ini, maka ada sekitar 30 lebih pasien yang dirawat oleh tim medis Puskesmas II Negara" ujar Kepala UPT Puskesmas II Negara

Terindikasi DBD, 30 Warga Jembrana Dirawat Sejak Desember 2019
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismaya
Pasien yang sempat dirawat di Puskesmas II Negara, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sembilan orang warga Jembrana masih dalam perawatan di Puskesmas II Negara, Bali karena Demam Berdarah Dengue (DBD).

Sembilan orang warga itu, ada yang baru saja terkena gigitan nyamuk aedes aegypti atau beberapa hari lalu.

Hal itu disampaikan Kepala UPT Puskesmas II Negara dr Ni Made Anggaraeni, Kamis (16/1/2020) kemarin.

Anggraeni mengaku, bahwa pasien masuk di puskesmas karena terkena gigitan nyamuk itu diketahui sejak tanggal 11 hingga kemarin Kamis (16/12020).

Sejak Desember lalu, sudah ada sekitar 23 orang pasien yang terserang gigitan nyamuk.

Ditambah saat ini, maka ada sekitar 30 lebih pasien yang dirawat oleh tim medis Puskesmas II Negara.

Akan Digunakan Februari Mendatang, SMPN 13 Denpasar Baru Miliki Ruang Kelas dan Padmasana

Puluhan Hektare Cabai di Karangasem Diserang Virus Kuning, Petani Gagal Panen Sejak Awal 2020

"Untuk pasien demam dengan penurunan trombosit empat orang dan perawatan terhadap pasien dengan Probable Demam Dengue lima orang," ucapnya.

Anggraeni mengaku, bahwa semua pasien yang diagnosis di atas, bisa disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti.

Penentuan diagnosis probable DB sesuai hasil lab dan buku pedoman pencegahan dan pemberantasan DBD.

Di mana pada probable Demam Dengue sudah ada peningkatan hematokrit (pemeriksaan darah lengkap).

"Sesuai dengan pemeriksaan memang karena nyamuk aedes aegypti," jelasnya.

Tower Telkomsel di Desa Kayubihi Bangli Disatroni Maling

Warga Pengambengan Datangi Kantor DLH, Tegaskan Tolak Pembangunan Pabrik Limbah Medis di Jembrana

Menurut dia, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya.

Salah satunya ialah melaksanakan Jumat Butik ( Jumat Berburu Jentik), yang dilakukan dalam sepekan sekali di hari Jumat, dan masuk ke desa-desa.

Pada saat itu, petugas kesehatan turun ke masyarakat melaksanakan pemantauan jentik dan pemberantasan sarang nyamuk dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Kami juga mengadvokasi perbekel untuk menghimbau warganya melakukan PSN serta menyerahkan abate ke desa. Kami juga mengedukasi penunggu pasien rawat inap terkait DBD," paparnya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved