USBN Diganti US, Untuk Denpasar Akan Ada Soal Esai Selain Pilihan Ganda
Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) Diganti Ujian Sekolah (US), Untuk Denpasar Akan Ada Soal Esai Selain Pilihan Ganda
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam pelaksanaan ujian tahun 2020 ini, Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) sudah ditiadakan.
Namun USBN ini diganti dengan Ujian Sekolah (US) dimana segala sesuatunya dilaksanakan oleh sekolah.
Jika biasanya dalam pelaksanaan USBN tahun sebelumnya bentuk soalnya yakni pilihan ganda, maka untuk pelaksanaan US tahun 2020 ini, Denpasar akan menambahkan soal dengan bentuk esai selain pilihan ganda.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, I Wayan Gunawan saat dikonfirmasi Sabtu (18/1/2020) siang.
• WIKI BALI - Suku Melayu Loloan Melakukan Ritual Ini Sebelum Membangun Rumah Panggung
• Bingung Cara Menghilangkan Bruntusan? Ini 9 Cara Sederhana Menghilangkan Bruntusan di Pipi
• Kabar Menyedihkan Soraya Haque, Suami Terbaring Sakit Dengan Banyak Selang di Tubuhnya
"Untuk US tahun ini, ada dua bentuk soal yang diujikan yaitu soal pilihan ganda dan esai. Untuk berapa porsinya masing-masing masih kami susun pedomannya. Nanti dalam waktu dekat kami akan kumpul dengan K3S untuk membahas hal itu," kata Gunawan.
Gunawan menjelaskan, ditambahkannya soal bentuk esai ini dengan tujuan agar siswa bisa lebih mendalami mata pelajaran di sekolah.
Karena selama ini, soal pilihan ganda hanya membuat siswa cenderung menghafal ketimbang memahami.
Sebanyak 11 mata pelajaran yang akan diujikan dalam US ini, dimana tiga mata pelajaran yakni Matematika, Bahasa Indonesia dan IPA akan diujikan secara serentak.
Sementara 8 mata pelajaran lainnya menjadi tanggung jawab masing-masing sekolah.
"Pada prinsifnya semua sekolah yang menyiapkan, tapi ada istilahnya ujian bersama untuk tiga mata pelajaran itu. Untuk tiga mata pelajaran ini kami standarkan, sementara sisanya standarnya tergantung sekolah masing-masing," katanya.
Tujuan adanya ujian bersama untuk tiga mata pelajaran ini yakni, hasilnya nanti akan digunakan untuk mencari sekolah khususnya dari jenjang SD menuju ke SMP.
"Ujian bersama ini nanti digunakan untuk mengukur saat siswa mau cari sekolah khususnya mencari SMP," katanya.
Nantinya soal untuk ketiga mata pelajaran ini akan dibuat bersama oleh MGMP sehingga standarnya sama.
Selain itu, pada US ini juga ada soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) namun untuk porsi dan jenisnya akan dikembalikan ke sekolah masing-masing kecuali untuk tiga mata pelajaran yang diujikan bersama.
"HOTS itu di Ujian Sekolah. Kebijakan Pak Menteri kan artinya menyangkut tiga aspek yakni bagaimaan bisa baca dengan bagus untuk SD, berhitung dan bagaimana meningkatkan karakter. Artinya berpikir-berpikir dalam konteks Kurikulum 2013," katanya.
Untuk penentuan kelulusan tahun 2020 ini masih tetap berada di tangan sekolah.
Dinas maupun pusat tak akan melakukan intervensi untuk kelulusan siswa.
"Yang kami pikirkan cuma bagaimana nanti cara tata cara mencari sekolah agar bisa diterima semua pihak. Apa yang dipakai ngukur. Sehingga kami buat ujian serentak untuk tiga mapel itu," katanya. (*)