Wiki Bali

WIKI BALI - Filosofi Rumah Panggung Suku Melayu Loloan di Jembrana

Filosofi rumah panggung Suku Melayu Loloan di Jembrana, Islam masuk ke Jembrana pada abad 16 atau pada tahun 1653 silam.

WIKI BALI - Filosofi Rumah Panggung Suku Melayu Loloan di Jembrana
TRIBUN BALI/NOVIANA WINDRI
Foto Rumah Panggung di Kampung Loloan, Jembrana, Bali 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Berdasarkan sejarah, Islam masuk ke Jembrana, Bali pada abad 16 atau pada tahun 1653 silam.

Yang dibawa oleh para armada Bugis, Makassar dengan perahu pinisi dengan pintu gerbang kedatangan di Kampung Air Kuning dan Kampung Loloan di Jembrana.

Banyak bukti sejarah masuknya Islam di Jembrana, salah satunya adalah Rumah Panggung yang saat ini masih bisa ditemui di Kampung Loloan, Jembrana.

Kepala Lingkungan Loloan Timur, Muztahidin menjelaskan bahwa rumah panggung rata-rata memiliki luas rata-rata 2-4 are dengan tinggi rumah sekitar 5-6 meter.

Lebih Suka Domestik atau Luar Negeri? Ini Tren Wisata Generasi Milenial Indonesia 2019

Suami Curi Motor di Pelataran Rumah Sakit Saat Istri Sedang Operasi Caesar

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Berencana Melakukan Pemusnahan Arsip Milik Daerah

Dahulu, rumah panggung menggambarkan strata ekonomi seseorang.

Makin luas rumah panggung maka semakin tinggi strata ekonomi, begitu sebaliknya.

“Dulu rumah panggung menggambarkan strata ekonomi seseorang. Yang ekonominya tinggi rumahnya agak luas. Yang ekonominya menengah kebawah ya ukurannya standar,”ujarnya

Namun, saat ini luasnya rumah panggung tidak menggambarkan strata ekonomi seseorang.

Ia menjelaskan, dahulu rumah panggung ditata secara berhadapan oleh salah satu tokoh Islam di Kampung Loloan yaitu Syarif Hidayatullah.

Dengan tujuan agar silahturahmi dan kekompakan antara warga tetap terjalin dengan baik.

 “Jauh sebelum itu, rumah panggung di sini ditata secara berhadapan oleh Syarif Hidayatullah agar silahturahmi dan kekompakan warga tetap terjalin,” jelasnya.

Akibat perubahan zaman, saat ini rumah panggung telah mengalami banyak perubahan termasuk tatanan rumah yang tak lagi saling berhadapan.

Rumah panggung sendiri didirikan dengan tujuan utama adalah untuk menghindari binatang buas dan banjir karena  dahulu Loloan adalah wilayah hutan belantara dan dekat dengan lautan hingga menyebabkan Kampung Loloan menjadi rawan Banjir.

Penulis: Noviana Windri
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved